Laporkan Masalah

Perencanaan Kawasan TOD Stasiun Yogyakarta menggunakan Konsep Kota Sehat guna Mewujudkan Net-Zero Emission

Pranadwibaswara Adisatya, Isti Hidayanti, S.T., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Apabila dilihat roadmap dari Siaran Pers Nomor: 359.Pers/04/SJI/2021 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2021), Indonesia menargetkan pencapaian Net-Zero Emission, yang berdampak dalam peningkatan kualitas udara. Akan tetapi, dalam kasus kota Yogyakarta, Kawasan Stasiun Yogyakarta dan sekitarnya saat ini memiliki permasalahan emisi dengan salah satu titik permasalahan urgen terletak di Stasiun Yogyakarta, yang merupakan nama resmi dari stasiun yang dikenal sebagai “Stasiun Tugu”. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan perencanaan kawasan sebagai kawasan TOD menggunakan konsep kota sehat untuk mewujudkan target Net-Zero Emission. Lingkup perencanaan mencakup kawasan dan tapak dengan waktu implantasi selama 5 tahun berdasarkan elemen yang direncanakan. Berdasarkan pertimbangan pemanfaatan ruang, kondisi transportasi dan jalan, analisis sensing the place, dan analisis SWOT didapatkan dua alternatif rencana, yaitu “Mobilitas sehat inklusif” dan “Kota sehat hijau terelektrifikasi”. Pemilihan alternatif rencana dilakukan menggunakan AHP (analytical hierarchical process) dengan mengacu pada lima kriteria yaitu sirkulasi, guna lahan, vegetasi, walkability, dan transit. Alternatif yang terpilih adalah mobilitas sehat inklusif karena lebih unggul pada aspek sirkulasi, walkability, dan transit. Pendetailan rencana terpilih meliputi Master Plan Kawasan dan Master Plan Tapak. Master Plan Kawasan terdiri dari Rencana Pemanfaatan Ruang, Rencana Vegetasi, Rencana Sirkulasi, Rencana Infrastruktur Listrik, dan Rencana Fasilitas Daur Ulang. Rencana Tapak terdiri dari Rencana lanskap, Rencana Parkir Basement, dan Rencana Sirkulasi Drop-Off. Implementasi Master Plan dilaksanakan dalam periode 5 tahun. Analisis cost-benefit ratio menunjukkan hasil < 1>

Referring to the Ministry of Energy and Natural Resources press release:359.Pers/04/SJI/2021, Indonesia has a target to reach Net-Zero Emission, which is an incentive to improve air quality. However, Yogyakarta station area has a continuous problem of emission with Yogyakarta Station, as known as “Stasiun Tugu”, as one of the main points of said conundrum. To address this, there is a need for a spatial plan of Yogyakarta Station and its surroundings using a transit oriented development (TOD) concept combined with healthy city concept to achieve the Net-Zero Emission. The scope of the plan covers the planning of both area and site with the implementation period lasting for 5 years considering the elements involved. With the consideration of current spatial utilization, transport and road condition, sensing the place analysis, and SWOT analysis, two alternatives were created, namely “Inclusive Healthy Mobility” and “Electrified Green Healthy City”. The selection of alternatives is derived using AHP (Analytical Hierarchy Process) using five criterias: circulation, land use, vegetation, walkability, and transit. The details of the plan including Area Master Plan and Site Master Plan. Area Master Plan includes Spatial Use Planning, Vegetation Planning, Circulation Planning, Electrical Infrastructure Planning, Recycling Facility Planning. Site Master Plan includes Landscape Planning, Parking Planning, and Drop-off Circulation Planning. The implementation of the Master Plan lasts for 5 years. Cost-Benefit analysis shows the result of <1>

Kata Kunci : transportasi, lanskap, lahan, infrastruktur, sirkulasi

  1. S1-2024-443546-abstract.pdf  
  2. S1-2024-443546-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-443546-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-443546-title.pdf  
  5. S1-2025-443546-abstract.pdf  
  6. S1-2025-443546-bibliography.pdf  
  7. S1-2025-443546-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2025-443546-title.pdf