Stories of School-to-work Transition Among the Graduates of Vocational High Schools in Indonesia
Indah Sri Ramadhani, Dr M. Falikul Isbah, G.D.Soc., M.A.
2024 | Tesis | S2 Sosiologi
Sekolah menengah kejuruan (SMK) terus dicanangkan sebagai penyedia lulusan terampil dan siap bekerja yang dapat mengatasi masalah pengangguran. Akan tetapi, statistik yang ada terus menunjukkan bahwa lulusan SMK tercatat sebagai penyumbang terbesar tingkat pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait tantangan yang dialami oleh lulusan SMK dalam transisi mereka menuju dunia kerja, serta strategi yang mereka gunakan dalam mengatasinya. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima belas lulusan SMK di Yogyakarta, dengan mempertimbangkan representasi gender, lokasi geografis, dan jurusan yang berbeda. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan SMK berhasil mendapatkan pekerjaan segera setelah menyelesaikan pendidikannya. Namun, sebagian besar pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan informal, menunjukkan transisi yang belum sepenuhnya berhasil. Lulusan SMK harus berhadapan dengan beragam tantangan dalam berbagai tahapan perjalanan pendidikan vokasi mereka. Secara umum, mereka mengandalkan kesiapan mental untuk bekerja yang sudah ditempa selama masa sekolah, tekad yang kuat untuk mengeksplorasi keahlian baru, dan memanfaatkan jaringan sosial yang dimiliki. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran institusional SMK dalam memfasilitasi transisi lulusannya ke dunia kerja. Dengan demikian, penelitian ini turut berkontribusi dalam wacana transisi pemuda dengan menyoroti keterkaitan berbagai faktor yang mempengaruhi transisi lulusan SMK ke dunia kerja dan pentingnya peran institusional SMK dalam mendukung proses tersebut.
Vocational high school is consistently advocated as a provider of skilled and ready-to-work graduates to solve unemployment issues. However, statistical data continue to indicate that vocational high school graduates constitute the largest share of unemployment in Indonesia. This study aims to investigate the challenges experienced by vocational high school graduates as they transition from schooling to employment and their strategies to overcome these challenges. The data was collected through in-depth interviews with fifteen vocational high school graduates in Yogyakarta, considering a balanced representation of gender, geographical location, and specialisation. The findings indicate that most graduates successfully obtained employment promptly after graduation. Nevertheless, most of the employment is of low quality, indicating a failure in navigating the transition. Their challenges emerge in different stages of their education in vocational high school. They relied upon their strong mindset, determination to explore new skills, and social networks to cope with the challenges. The finding highlights the institutional role of vocational high schools in facilitating the school-to-work transition. Thus, this study adds to the current youth transition discourse by highlighting the intersectionality of factors influencing vocational high school graduates’ transition to the labour market and hints at the pivotal role of the school in assisting their transition process.
Kata Kunci : Vocational high school, school-to-work transition, Indonesia, youth, employment