Laporkan Masalah

Produksi Biola Anang Cahyono: Eksperimen Persepsi Pada Musisi di Yogyakarta

Muhammad Fajri Hamid, Dr. Indraswari Kusumaningtyas, S.T., M.Sc, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D

2024 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Produksi biola lokal khususnya di Indonesia, merupakan fokus pada penelitian ini, dan untuk mengetahui persepsi timbre biola. Kata luthier merujuk pada suatu pekerjaan untuk pekerja, pengrajin, dan pembuat instrumen musik, di sini akan lebih fokus kepada luthier lokal yang berasal dari Kota Pamulang yaitu Anang Cahyono. Cara kerja luthier dalam memproduksi biola menggunakan material kayu lokal yaitu poplar untuk diteliti melalui pendekatan material culture dalam ruang lingkup studi organologi. Pendekatan ini berguna untuk melihat secara kerja instrumen musik dalam proses pembuatan dan material yang digunakannya, sedangkan material culture melihat hubungan luthier dengan biola sebagai objek beserta material bahan pembuatan yang digunakannya. Persepsi bunyi dalam musik memberikan konsep “kesamaan” (similarity) yaitu ketika ada lebih dari satu elemen maka elemen itu cenderung dikategorikan sebagai kelompok. Persepsi bunyi dilakukan guna mengetahui timbre secara subjektif dari 10 orang responden sebagai musisi (violinist) yang berada di Yogyakarta, dan mengetahui timbre secara verbal. Metode Penelitian ini menggunakan mix method penggabungan pendekatan organologi dalam material culture dan eksperimen persepsi bunyi menggunakan one shot case study. Metode playing test yaitu memainkan biola oleh para responden saat eksperimen dan memainkan biola dengan 3 materi repertoar biola, tangga nada dan memainkan lagu bebas dengan ketentuan waktu dari setiap masing-masing materi. Hasil dari penelitian ini yaitu material kayu poplar menjadi identitas luthier dalam karyanya, karena poplar memiliki perlakuan khusus dalam bentuk secara estetika maupun berbicara mengenai bunyi akustik yang dihasilkan oleh biola. Pada persepsi timbre dan kualitas bunyi yang masih memiliki ruang untuk perbaikan, bergantung pada kemampuan individu dalam mengelompokkan dan memproses bunyi. Profesional menyarankan peningkatan pada keterampilan luthier untuk mencapai kualitas bunyi yang baik, sedangkan para pelajar merasa bangga dengan pencapaian biola lokal yang sudah cukup bersaing.


The production of local violins, especially in Indonesia, is the focus of this research, and knowing the perception of timbre on this violin. luthier is a job for workers, craftsmen, making musical instruments, a luthier who comes from Pamulang, Anang Cahyono. The way the luthier works in the production of violins using materials in the form of local wood (poplar) to be analyzed through the approach of material culture studies in the scope of organology. this approach is useful to see the work of organology in the manufacturing process and materials, while the material culture of the luthier ' s relationship with the object of the violin and the materials used. Gestalt perception in the musicology approach provides the concept of “similarity” (similarity) that is when there is more than one element then the element tends to be categorized as a group. sound perception is done to know the timbre subjectively by 10 respondents in Yogyakarta who are musicians (violinists), and know the timbre that is perceived verbally. this research method uses a mix method combining the organology material culture approach and sound perception experiments using the one shot case study method. The result of this research is that the wood material (poplar) becomes an identity for the luthier in his work, because poplar has a special treatment in terms of aesthetic form and talking about the sound or acoustics produced for the violin, the perception of timbre and sound quality still has room for improvement and depends on the individual's ability to categorize and process sound. Professionals suggest improvements in luthier skills to achieve better sound quality, while students are proud of the achievement of local violins that are already quite competitive.

Kata Kunci : Produksi biola, material culture, Anang Cahyono, persepsi bunyi, verbal timbre

  1. S2-2024-501930-abstract.pdf  
  2. S2-2024-501930-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-501930-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-501930-title.pdf