Sense of Place pada Kawasan Baluwarti, Surakarta
Woro Utari Dwi Kinanti, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D
2024 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Setiap kota memiliki jati diri atau ciri-ciri masing-masing masyarakat dan lingkungan kotanya. Namun, seiring perkembangan zaman, ciri khas suatu kota yang menunjukkan identitas kota semakin tergerus oleh zaman. Berdasarkan SK Walikota Nomor 646/1-R/1/2013 Baluwarti merupakan kawasan bersejarah sehingga kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi dan tentunya penting untuk menjaga dan melestarikan aspek-aspek fisik dan non-fisik pada kawasan Baluwarti. Seiring perkembangan waktu, kawasan Baluwarti telah mengalami perubahan bersamaan dengan perubahan tuntutan dan sistem kehidupan. Hal tersebut memungkinkan akan hilangnya keaslian dan identitas Baluwarti sebagai kawasan tradisional serta potensi historis bagi Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sense of place pada kawasan bersejarah di kawasan Baluwarti berdasarkan persepsi masyarakat yang tinggal maupun berkunjung di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi lapangan dan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini adalah warga setempat dan pengunjung datang berwisata ke Baluwarti. Variabel dalam penelitian ini menggunakan sense of place yaitu setting fisik, aktivitas dan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of place pada kawasan Baluwarti terbentuk dari 3 elemen yaitu setting fisik kawasan, aktivitas, dan makna. Interaksi antara elemen-elemen in menciptakan identitas kawasan yang khas, sekaligus menjadi dasar dalam pelestarian dan pengembangan Baluwarti sebagai kawasan bersejarah.
Every city has its own identity or characteristics of its people and environment. However, along with the times, the characteristics of a city that show the identity of the city are increasingly eroded by the times. Based on the Mayor's Decree Number 646/1-R/1/2013, Baluwarti is a historical area so that the area has a high historical value and of course it is important to maintain and preserve the physical and non-physical aspects of the Baluwarti area. Over time, the Baluwarti area has undergone changes along with changes in demands and living systems. This allows the loss of authenticity and identity of Baluwarti as a traditional area and historical potential for Surakarta City. This research aims to examine the sense of place in the historical area in Baluwarti area based on the perception of people who live and visit the area. The research method used is qualitative with data collection techniques are field observations and interviews. The participants in this research are local residents and visitors who come travelling to Baluwarti. The variables in this study used sense of place, namely physical setting, activity and meaning. The results of the study show that the sense of place in the Baluwarti area is formed from 3 elements, namely the physical setting of the area, activities, and meaning. The interaction between these elements creates a unique regional identity, as well as being the basis for the preservation and development of Baluwarti as a historical area.
Kata Kunci : Sense of place, Baluwarti, historical district, faktor pembentuk sense of place