Laporkan Masalah

Kajian Kebijakan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Rungu untuk Mewujudkan Pembangunan Inklusif Disabilitas di Kabupaten Sleman

ISTI'ADATUL FITRIYAH, Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA

2024 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Penyandang disabilitas rungu sebagai kelompok rentan kerap mengalami diskriminasi yang berakar dari hambatan komunikasi sehingga menimbulkan adanya ketidaksetaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Padahal, menjadi disabilitas merupakan bagian alami dari keberagaman manusia yang harus dihargai, bukan menjadi dasar untuk stigmatisasi. Oleh karena itu, pembangunan inklusif disabilitas sangat penting agar penyandang disabilitas rungu dapat memperoleh kesetaraan hak dan mengoptimalkan potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan. Hal ini berkaitan dengan proses pemberdayaan dengan penciptaan akses dan peningkatan kesejahteraan.

Kabupaten Sleman dengan populasi penyandang disabilitas rungu yang cukup tinggi masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan lingkungan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perwujudan pembangunan inklusif disabilitas dan upaya pemberdayaan bagi penyandang disabilitas rungu di Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT dan deskriptif kualitatif untuk merumuskan strategi pemberdayaan penyandang disabilitas rungu di Kabupaten Sleman. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwujudan pembangunan inklusif disabilitas di Kabupaten Sleman masih jauh dari ideal. Sebagian besar penyandang disabilitas rungu bekerja di sektor nonformal dengan penghasilan rendah, serta mengalami ketidaksetaraan hak dan diskriminasi dalam berbagai sektor. Aksesibilitas fisik dan nonfisik terhadap layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, informasi, teknologi, dan ruang publik pun masih kurang memadai. Strategi pemberdayaan penyandang disabilitas rungu untuk mewujudkan pembangunan inklusif disabilitas di Kabupaten Sleman membutuhkan intervensi jangka panjang dan sinergi lintas sektor karena adanya siklus masalah yang saling terhubung dan terus berulang dalam mendukung kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas rungu.

Deaf people, as a marginalized group, often experience discrimination due to communication barriers, resulting in social inequality. In fact, disability is an inherent aspect of human diversity that should be respected, rather than as grounds for stigmatization. Disability-inclusive development is essential to ensure that Deaf people have equal rights and opportunities to optimize their potential to contribute to societal progress. This approach is inherently linked to empowerment, which involves creating opportunities for access and enhancing the overall well-being of individuals.

In Sleman Regency, which has a significant population of Deaf people, still faces challenges in achieving an inclusive environment. This study aims to evaluate the implementation of disability-inclusive development and empowerment initiatives for Deaf people in Sleman Regency. The method used is qualitative, with data collected through interviews, questionnaires, observations, and literature reviews. The data were subsequently analyzed using qualitative descriptive and SWOT analysis to develop strategies for empowering Deaf people in Sleman Regency. 

The results of the study show that disability-inclusive development in Sleman Regency remains suboptimal. A majority of Deaf people are employed in the informal sector with relatively low income levels. Moreover, both physical and non-physical access to essential public services, including healthcare, education, information, technology, and public spaces remains inadequate. Deaf people also face rights inequality and discrimination across multiple sectors. A comprehensive empowerment strategy for Deaf people to achieve disability-inclusive development in Sleman Regency necessitates long-term interventions and cross-sector collaboration to address the interconnected and recurring challenges, ultimately supporting the independence and well-being of persons with hearing disabilities.

Kata Kunci : penyandang disabilitas rungu, tuli, pemberdayaan, pembangunan inklusif disabilitas

  1. S1-2024-455020-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455020-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455020-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455020-title.pdf