PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA: STUDI KASUS DESTINASI WISATA TEBING BREKSI
Muhammad Siddiq Afianto, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin.
2024 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap partisipasi masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata. Destinasi Wisata Tebing Breksi dipilih sebagai lokasi penelitian karena pada mulanya kawasan ini adalah area tambang batuan yang harus ditutup dan dengan kebijakan yang ada, masyarakat “dipaksa” untuk beralih ke sektor pariwisata. Perkembangan Destinasi Wisata Tebing Breksi sejak diresmikan di tahun 2015 hingga saat ini, menjadi fokus penelitian untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap partisipasi masyarakat yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan studi kasus Destinasi Wisata Tebing Breksi. Untuk mendapatkan data dan informasi yang diharapkan, selain menggunakan data maupun kajian yang berasal dari Dinas Pariwisata DIY, juga dilakukan wawancara mendalam kepada masyarakat disekitar Tebing Breksi, perangkat desa yang dalam penelitian ini adalah Kalurahan Sambirejo, dan Dinas Pariwisata DIY sebagai perpanjangan tangan dari Pemda DIY. Dalam menganalisis hasil wawancara maupun kebijakan yang ada, penulis menggunakan Spectrum of Public Participation untuk melihat tingkat partisipasi masyarakat dan menggunakan karakteristik dari kepemimpinan transformasional untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata di Tebing Breksi.
Penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi dari 3 Aktor yaitu Pemda DIY, Pemerintah Kalurahan Sambirejo, dan Pengelola, dapat memberikan pengaruh positif terhadap partisipasi masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata di Tebing Breksi. Tingkat partisipasi masyarakat meningkat seiring dengan berjalannya waktu, dimana pada awal penetapan menjadi destinasi wisata di Tahun 2014, partisipasi masyarakat pada tingkat inform, dan pada saat ini partisipasi masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata Tebing Breksi sudah berada pada pada tingkatan collaborate – Empower. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan efektivitas partisipasi, membangun kepercayaan, dan memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
This research aims to analyze the impact of transformational leadership on community participation in tourism destination development. Tebing Breksi Tourist Destination was chosen as the research site because it was originally a quarry area that had to be closed, and with the existing policies, the community was "forced" to switch to the tourism sector. The development of Tebing Breksi since its inauguration in 2015 until now is the focus of the study to understand how transformational leadership influences community participation. This research was conducted using a qualitative method with a case study of the Tebing Breksi Tourist Destination. To obtain the expected data and information, in addition to using data and studies from the DIY Tourism Office, in-depth interviews were also conducted with the local community around Tebing Breksi, village officials (in this case, the Sambirejo Village), and the DIY Tourism Office as an extension of the DIY Regional Government. In analyzing the interview results and existing policies, the author used the Spectrum of Public Participation to assess the level of community participation and the characteristics of transformational leadership to analyze the influence of leadership on community participation in the development of the Tebing Breksi tourist destination.
This study found that collaboration among the three actors—DIY Regional Government, Sambirejo Village Government, and the management—positively impacts community participation in developing the Tebing Breksi tourist destination. Community participation levels have increased over time; when it was first established as a tourist destination in 2014, community participation was at the inform level, and now community participation in the development of Tebing Breksi has reached the collaborate and empower levels. This demonstrates that transformational leadership can enhance participation effectiveness, build trust, and ensure that decisions reflect the community's needs and aspirations.
Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional, Partisipasi Masyarakat, Pariwisata, Tebing Breksi