Kritik terhadap Inklusivitas melalui Serial Animasi Avatar: The Last Airbender (ATLA)
Ida Mujtahidah, Dr. Muhammad Rum
2024 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik terhadap inklusivitas dalam serial animasi Avatar: The Last Airbender (ATLA) melalui pendekatan Popular Culture and World Politics (PCWP). Serial ini menjadi objek kajian penting karena hubungan erat antara budaya populer dan politik dunia, terutama dalam konteks masyarakat global majority di mana media populer memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan dinamika sosial-politik. Penelitian ini berfokus pada analisis teks ATLA sebagai artefak, khususnya dalam representasi penyandang disabilitas melalui karakter-karakter yang menantang stereotip umum. Menggunakan kerangka teori keadilan sosial yang dikembangkan oleh Nancy Fraser, penelitian ini mengeksplorasi tiga dimensi utama: rekognisi, redistribusi, dan representasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ATLA menawarkan representasi inklusif yang signifikan, namun masih berada dalam kerangka respons afirmatif dan belum mencapai tahap perubahan transformatif dalam struktur naratifnya. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana media populer dapat memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik mengenai inklusi sosial, serta mendorong terciptanya narasi yang lebih transformatif dan adil dalam media populer. Penelitian ini juga menyoroti potensi media dalam mempengaruhi dan mendorong perubahan menuju inklusivitas yang lebih besar di masyarakat.
This study aims to analyze critiques of inclusivity in the animated series Avatar: The Last Airbender (ATLA) using the Popular Culture and World Politics (PCWP) approach. The series serves as a critical object of study due to the close relationship between pop culture and world politics, especially in the context of the global majority where popular media significantly influence public opinion and socio-political dynamics. This research focuses on analyzing ATLA as a cultural artifact in the representation of disability through characters that challenge common stereotypes. Utilizing Nancy Fraser's social justice framework, the study explores three key dimensions: recognition, redistribution, and representation. The analysis reveals that ATLA provides significant inclusive representation but remains within an affirmative response framework, falling short of achieving transformative change in its narrative structure. The expected outcome of this research is to offer deeper insights into how popular media can play a crucial role in shaping public perceptions of social inclusion, as well as encouraging the creation of more transformative and just narratives in popular media. The study also highlights the potential of media to influence and drive social change towards greater inclusivity in society.
Kata Kunci : Inklusivitas, Disabilitas, Media Populer, Keadilan Sosial, ATLA