PERSEPSI DIRI TENTANG TUBUH PADA WANITA INFERTIL DENGAN OBESITAS, SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP POLA MENSTRUASI DAN KECEMASAN
Yasmin Sabina Sa'diah, dr. Agung Dewanto, Sp.O.G, Subsp.F.E.R, PhD; Erlin Erlina, SIP, MA, PhD; dr. Irwan Supriyanto, PhD, Sp.KJ
2024 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
Latar belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan yang global, oleh karena tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Adanya mispersepsi tentang tubuh merupakan salah satu faktor risiko peningkatan berat badan/obesitas. Perubahan fisik termasuk hormonal diikuti mental pada wanita dengan obesitas akan berdampak khususnya terhadap terjadinya infertilitas. Sehingga diperlukan perhatian khusus sebagai upaya pencegahan dan penanganan obesitas secara dini dan komprehensif.
Tujuan penelitian: memberikan kontribusi dalam penanganan wanita infertil dengan obesitas melalui pemahaman tentang persepsi diri tentang tubuh dan hubungannya terhadap pola menstruasi dan kecemasan.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan mixed methods dengan sequential exploratory design. Fase pertama, penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi informasi mengenai persepsi diri tentang tubuh melalui pengalaman subjektif seseorang. Total tedapat 16 informan penelitian, terdiri atas 12 wanita infertil dengan obesitas (informan primer) dan 4 suami (informan sekunder/triangulasi). Pengumpulan data menggunakan in-depth interview. Fase kedua penelitian kuantitatif menggunakan metode cross sectional, dimulai dari penyusunan instrumen, uji validitas dan reliabilitas, dan pengisian kuesioner (pola menstruasi dan kecemasan) serta pengambilan sampel air liur dan darah. Lokasi penelitian di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Jumlah sampel 40 responden wanita infertil dengan obesitas, berusia antara 18-45 tahun.
Hasil: Hasil kualitatif diperoleh lima faktor karakteristik yang membentuk persepsi diri tentang tubuh pada wanita infertil dengan obesitas, yaitu masa pertumbuhan ketika kanak-kanak, pola makan, dampak biologis dan psikis, pengaruh lingkungan sosial, penerimaan diri (self acceptance) yang tinggi. Secara statistik, terdapat hubungan bermakna antara persepsi diri pada domain kesadaran fungsi fisik dengan pola mentruasi (p=0,031, OR= 0,648). Terdapat hubungan bermakna antara persepsi diri pada domain kesadaran fungsi fisik dengan kecemasan (p=0,022, OR= 1,743), dengan pendidikan sebagai faktor modifikasi. Semakin tinggi kesadaran fungsi tubuh, disertai pendidikan yang tinggi, maka akan meningkatkan kecemasan (p=0,042, OR=2,642).
Kesimpulan: Masa pertumbuhan ketika kanak-kanak, pola makan, penerimaan diri (self acceptance) yang tinggi, serta lingkungan sosial mempengaruhi kondisi biologis (fisik) dan psikis wanita infertil dengan obesitas. Hal ini terbukti secara statistik, dengan adanya hubungan bermakna antara persepsi diri pada domain kesadaran fungsi fisik dengan pola menstruasi dan kecemasan.
Background: Obesity is a global health problem due to the high morbidity and mortality rates. Body misperception is one of the risk factors for weight gain. Physical changes, including hormones and mentality, in obese women will have an impact, especially on infertility. Special attention is required to prevent and manage obesity early and comprehensively.
Objectives: To provide insights and statistical evidence on the relationship between body self-image perception and psychological conditions of infertile women with obesity. This understanding is crucial for developing effective treatments for infertile women with obesity, as it can help in early detection and comprehensive management.
Methods: A total of 16 research informants were obtained, consisting of 12 obese infertile women (primary informants) and 4 husbands (secondary informants). Data collection was done through in-depth interviews. The second quantitative phase used the cross-sectional method, with 40 respondents. The research was conducted at Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta.
Results: Qualitative results were obtained from five characteristic factors that formed the body self-image perception of the body in obese infertile women: childhood, diet, biological and psychological impacts, social environment influences, and high self-acceptance. Statistically, there was a significant relationship between body image perception in the domain of physical function awareness and menstrual patterns (p=0.031, OR= 0.648). This suggests that a higher awareness of body functions may influence menstrual patterns. There was a significant relationship between body self-image perception in the domain of physical function awareness and anxiety (p=0.022, OR= 1.743), with education as a modification factor. A higher awareness of body functions, accompanied by higher education, would increase anxiety (p=0.042, OR=2.642).
Conclusion: Childhood, diet, high self-acceptance, and social environment affect the biological (physical) and psychological conditions of obese infertile women. There has been a significant correlation between body image in the context of physical function awareness, menstrual patterns, and anxiety.
Kata Kunci : Persepsi diri, tubuh, wanita infertil, obesitas, pola menstruasi, kecemasan