Laporkan Masalah

PROGRAM GURU PENGGERAK PADA KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA

RATU MUTIARA KALBU, Fitri Alfariz, S.Fil., M.Phil. ; Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M. Hum.

2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Program Guru Penggerak sebagai bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar di Indonesia menjadi inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berfokus pada kompetensi guru dan mendorong perubahan paradigma pendidikan. Meskipun program ini diharapkan dapat menggerakkan ekosistem pendidikan, terdapat permasalahan yang terjadi dalam lingkup pendidikan, terutama para guru yang menjadi tokoh sentral. Masalah utama yang dihadapi mencakup permasalahan kompetensi pendidik, terutama dalam penyamaan orientasi pendidikan dalam kebijakan pendidikan yang sedang dijalani.

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi Program Guru Penggerak dan menganalisis koherensinya dengan nilai pendidikan dalam filsafat Ki Hadjar Dewantara, yang sejalan dengan tujuan Merdeka Belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi  kepustakaan. Metode yang digunakan adalah hermeneutika filosofis dengan unsur-unsur metodis berupa interpretasi, holistik, deskripsi, dan refleksi kritis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Guru Penggerak memiliki koherensi dengan nilai pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam menciptakan pendidikan yang memerdekakan dan berpusat pada murid. Melalui penerapan Sistem Among, Trikon (kontinuitas, konsentrisitas, konvergensi), dan Tri Pusat Pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat), Program Guru Penggerak menciptakan pendidikan yang holistik dan humanistik. Semboyan Triloka (Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani) juga diintegrasikan untuk mendorong guru menjadi teladan, motivator, dan pendukung dalam lingkungan sekolah. Namun demikian, masih terdapat tantangan di lapangan seperti tidak meratanya pemahaman para guru tentang prinsip yang terkandung dalam Program Guru Penggerak, keterbatasan akses guru di seluruh Indonesia, beban administrasi, dan evaluasi dampak jangka panjang yang belum menyeluruh. 

The Transformational Teacher Program as part of the Emancipated Learning policy in Indonesia is an initiative by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) aimed at improving the quality of education by focusing on teacher competencies and fostering a paradigm shift in education. While this program is expected to drive the educational ecosystem, challenges remain within the educational framework, particularly concerning teachers as central figures. Key issues include the lack of uniformity in educators' competencies and alignment with the orientation of ongoing educational policies.

This study aims to explore the Transformational Teacher Program and analyze its coherence with the educational values of Ki Hadjar Dewantara's philosophy, which aligns with the objectives of Emancipated Learning. The research employs a qualitative approach through literature review, using philosophical hermeneutics as its method, with methodological elements including interpretation, holism, description, and critical reflection.

The findings indicate that the Transformational Teacher Program aligns with the educational values of Ki Hadjar Dewantara in creating emancipatory and student-centered education. By implementing the Among System, Trikon (continuity, concentricity, convergence), and Tri-Center Education (family, school, community), the program fosters holistic and humanistic education. The Triloka Principles (Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani) are also integrated to encourage teachers to act as role models, motivators, and supporters within the school environment. However, challenges persist, such as uneven understanding among teachers regarding the principles embedded in the Transformational Teacher Program, limited access for teachers across Indonesia, administrative burdens, and a lack of comprehensive long-term impact evaluation.

Kata Kunci : guru penggerak, merdeka belajar, filsafat pendidikan, ki hadjar dewantara

  1. S1-2024-458582-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458582-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458582-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458582-title.pdf