examining the influence of waste management transparency and efficiency on public trust in yogyakarta
Reyvanza Ryaas Raihan Reydonnyzar Moenek, Alvi Syahrina, ST, M.Sc
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini mengeksplorasi tantangan rumit pengelolaan sampah di Yogyakarta, Indonesia, pasca penutupan TPA Piyungan. Dengan Indonesia yang menghasilkan sekitar 65 juta ton sampah setiap hari, dan hanya 7% di antaranya yang didaur ulang, ketidakefisienan pengelolaan sampah terlihat jelas. Penutupan TPST Piyungan yang melayani wilayah Yogyakarta dan sekitarnya telah memperburuk krisis sampah sehingga mengakibatkan penumpukan sampah yang tidak terkendali. Studi ini mengkaji dampak penutupan ini terhadap layanan pengelolaan sampah dan menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur, kerangka hukum, dan partisipasi masyarakat. Meskipun ada inisiatif pemerintah, seperti Aksi Nol Sampah dan kebijakan pemilahan sampah, situasinya masih memprihatinkan, hal ini ditandai dengan kelebihan kapasitas tempat pembuangan sampah dan kurangnya keterlibatan masyarakat yang efektif. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya peran keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan pentingnya upaya terkoordinasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat. Temuan ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengambilan kebijakan yang meningkatkan efisiensi praktik pengelolaan sampah di Yogyakarta dan perkotaan serupa di Indonesia.
This research explores the intricate challenges of waste management in Yogyakarta, Indonesia, following the closure of the Piyungan landfill. With Indonesia producing approximately 65 million tons of waste daily, of which only 7% is recycled, the inefficiency of waste management is evident. The closure of Piyungan TPST, which served Yogyakarta and its surrounding areas, has exacerbated the waste crisis, resulting in uncontrolled waste accumulation. This study examines the impact of this closure on waste management services and highlights the need for improved infrastructure, legal frameworks, and public participation. Despite government initiatives, such as the Zero Waste Action and waste sorting policies, the situation remains dire, underlined by the overcapacity of landfills and the lack of effective public involvement. The research underscores the critical role of community engagement in sustainable waste management and the importance of coordinated efforts between government entities and the public. The findings aim to inform policy decisions that enhance the efficiency of waste management practices in Yogyakarta and similar urban settings in Indonesia.
Kata Kunci : Waste Management, TPST Piyungan, Waste crisis, Landfrill Closure, Waste crisis, Urban Waste management