Laporkan Masalah

Perencanaan Desa Wisata Nampirejo Kabupaten Temanggung dengan Pendekatan Konsep Ekowisata

CYRILLUS GITYA ADITAMA, Isti Hidayati, S.T., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Desa Nampirejo merupakan kawasan pedesaan yang terletak di Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Desa ini memiliki daya tarik wisata yaitu Curug Thitang dengan daya tarik keindahan dan suasana alam pedesaan. Warga setempat mengadakan Pasar Curug Thitang, pasar wisata yang diadakan setiap hari Minggu Pahing yang bertujuan untuk mengenalkan budaya dan jajanan khas Temanggung. Kendati demikian, potensi wisata yang ada di Desa Nampirejo kurang diperhatikan oleh pemerintah. Masyarakat setempat sadar akan potensi tersebut tetapi memiliki keterbatasan dalam mengembangkan wisata di Desa Nampirejo. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan Desa Wisata Nampirejo untuk mengoptimalkan potensi wisata memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dan manusia.

Perencanaan Desa Wisata Nampirejo dilakukan menggunakan konsep ekowisata yang mementingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan, ciri khas daerah, edukasi, dan peran masyarakat. Perencanaan ini menggunakan metode analisis deskriptif dan benchmarking untuk membandingkan kondisi eksisting dan kondisi ideal perencanaan berdasarkan preseden yang ditentukan. Rencana pengembangan Desa Wisata Nampirejo mencakup aspek spasial dan non spasial dengan elemen perencanaan meliputi zonasi, fungsi bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka, fasilitas penunjang wisata, sistem informasi, dan aktivitas pendukung dalam kurun waktu lima tahun dari tahun 2025 hingga 2029.

Nampirejo is a village located in Temanggung District, Temanggung Regency, Central Java Province. The village has a tourist attraction, namely Curug Thitang, famous for its natural beauty and rural atmosphere. The local residents hold a traditional tourist market called Pasar Curug Thitang every Sunday Pahing, which aims to introduce the culture and specialties culinary of Temanggung. However, these tourism potentials of Nampirejo Village have been less noticed, and therefore, not utilized by the government. The local residents are aware of these potentials but they have constraints for developing tourism in Nampirejo Village. Therefore, the planning of Nampirejo Tourism Village is needed to optimize the tourism potentials by utilizing Nampirejo’s natural and human resources.

The planning of Nampirejo Tourism Village uses ecotourism planning concept, which emphasizes on conservation and environmental preservation, local characteristics, education, and community roles. The planning process uses descriptive analysis and benchmarking to analyze the gap between the actual and the ideal planning conditions based on the planning precedents. The Nampirejo Tourism Village Plan covers spatial and non-spatial aspects with planning elements including zoning, building functions, circulation and parking, open space, supporting tourism facilities, information systems, and supporting activities for a five-year period from 2025 to 2029.

Kata Kunci : Desa Nampirejo, Curug Thitang, Perencanaan Desa Wisata, Ekowisata

  1. S1-2024-456059-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456059-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456059-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456059-title.pdf