Laporkan Masalah

Assessing the Role of Multinational Corporations in Driving Sustainable Development: A Case Study of Nestlé in Promoting Regenerative Agriculture Practices

Mazizah Nurul Latifah, Dr. Maharani Hapsari, S.IP., M.A.

2024 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini mengkaji peran korporasi multinasional (MNC) dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui studi kasus komitmen Nestlé terhadap pertanian regeneratif. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Nestlé mengintegrasikan keberlanjutan dalam tata kelola perusahaan dan rantai pasokannya, dengan memanfaatkan pengaturan hak properti untuk mendorong petani menerapkan praktik berkelanjutan. Studi ini mengidentifikasi pendorong utama, termasuk faktor internal seperti nilai-nilai organisasi, struktur tata kelola, dan modal, serta tekanan eksternal seperti regulasi pemerintah, standar global, dan kekuatan pasar. Dengan pendekatan Free-Market Environmentalism, analisis menunjukkan bagaimana inisiatif pertanian regeneratif Nestlé menciptakan insentif ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi para pemangku kepentingan, yang berkontribusi pada target emisi net-zero perusahaan. Meskipun ada kemajuan signifikan, tantangan seperti kerangka hukum yang terfragmentasi, inkonsistensi penegakan, dan ketidakseimbangan kekuasaan dalam kontrak pertanian tetap ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya Nestlé adalah langkah positif menuju pertanian berkelanjutan, namun kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan komunitas sangat penting untuk mengatasi hambatan dan mencapai dampak lingkungan yang lebih luas.

This thesis examines the role of multinational corporations (MNCs) in promoting sustainable development through a case study of Nestlé’s commitment to regenerative agriculture. The research explores how Nestlé integrates sustainability within its corporate governance and supply chain, utilizing property rights arrangements to incentivize farmers towards sustainable practices. The study identifies key drivers, including internal factors such as organizational values, governance structure, and capital, alongside external pressures like government regulations, global standards, and market forces. By employing a Free-Market Environmentalism approach, the analysis demonstrates how Nestlé’s regenerative agriculture initiatives create economic, social, and environmental incentives for stakeholders, contributing to the company’s net-zero emissions goal. Despite significant progress, challenges such as fragmented legal frameworks, enforcement inconsistencies, and power imbalances in contract farming remain. The research concludes that while Nestlé's efforts are a positive step towards sustainable agriculture, ongoing collaboration with governments and communities is essential for overcoming barriers and achieving broader environmental impact.

Kata Kunci : multinational corporations, sustainable development, free-market environmentalism, property rights arrangements, supply chain sustainability, Nestlé, regenerative agriculture.

  1. S1-2024-454599-abstract.pdf  
  2. S1-2024-454599-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-454599-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-454599-title.pdf