Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan di FK-KMK Universitas Gadjah Mad
Julianti, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes.; Uki Noviana, S.Kep., Ns., MN.Sc., Ph.D.
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar
Belakang: Mahasiswa
keperawatan sering menghadapi masalah tidur buruk dan kecemasan akibat tekanan
akademik tinggi. Tidur yang kurang memadai mengganggu fungsi kognitif, daya ingat,
dan konsentrasi, yang berdampak negatif pada performa akademik. Kecemasan yang
meningkat membuat tidur nyenyak sulit, memperburuk kualitas tidur. Hal ini
menciptakan siklus negatif, di mana tidur buruk meningkatkan kecemasan, dan
kecemasan tinggi menyebabkan kesulitan tidur.
Tujuan
Penelitian: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat
kecemasan pada mahasiswa keperawatan di FK-KMK Universitas Gadjah Mada.
Metode:
Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif
dan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa
keperawatan angkatan 2020 hingga 2023, dengan total sampel sebanyak 233 orang.
Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index
(PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan Zung Self-Rating Anxiety Scale
(ZSAS) untuk menilai tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square
(? = 5?n interval kepercayaan = 95%).
Hasil
: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 202 mahasiswa keperawatan (86,7%) mengalami
kualitas tidur yang buruk. Sementara itu, 216 mahasiswa keperawatan (92,7%)
tidak mengalami kecemasan atau kategori normal. Tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara kualitas tidur dan tingkat kecemasan, dengan nilai p-value
sebesar 0,101.
Kesimpulan: Sebagian
besar mahasiswa keperawatan mengalami kualitas tidur yang buruk dan tidak
mengalami kecemasan atau kecemasan normal sehingga tidak ada hubungan
signifikan antara kualitas tidur dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa
keperawatan
Background: Nursing
students often face problems with poor sleep and anxiety due to high academic
pressure. Inadequate sleep interferes with cognitive function, memory, and
concentration, which negatively impacts academic performance. Increased anxiety
makes it difficult to get a good night's sleep, worsening sleep quality. This
creates a negative cycle, where poor sleep increases anxiety, and high anxiety
causes difficulty sleeping.
Research
Objective:
This study aims to determine the relationship between sleep quality and anxiety
levels in nursing students at the Faculty of Medicine and Public Health,
Universitas Gadjah Mada.
Method: This
study used a correlational design with a quantitative approach and a
cross-sectional design. The subjects of the study were nursing students from
2020 to 2023, with a total sample of 233 people. Measurements were carried out
using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire to assess sleep
quality and the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) to assess anxiety levels.
Data analysis was carried out using the chi-square test (? = 5% and confidence
interval = 95%).
Results: The
results showed that 202 nursing students (86.7%) experienced poor sleep
quality. Meanwhile, 216 nursing students (92.7%) did not experience anxiety or
were in the normal category. There was no significant relationship between
sleep quality and anxiety levels, with a p-value of 0.101.
Conclusion: Most
nursing students experience poor sleep quality and do not experience anxiety or
normal anxiety so there is no significant relationship between sleep quality
and anxiety levels in nursing students
Kata Kunci : Kualitas Tidur, Tingkat Kecemasan, Mahasiswa Keperawatan, Sleep Quality, Anxiety Level, Nursing Student