Strategi Coping Remaja Broken Home dalam Mengahadapi Stigmatisasi Masyarakat - Studi Life History
Nur Khamila Salsabilla, Amelia Maika, S.Sos., MA., Ph.D.
2024 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian ini mengkaji strategi coping yang digunakan oleh remaja dari
keluarga broken home dalam menghadapi stigma dari masyarakat. Remaja yang
berasal dari keluarga yang tidak utuh sering menghadapi masalah emosional dan
psikologis, yang bisa semakin berat karena pandangan negatif orang lain. Dengan
metode kualitatif dan pendekatan life history, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai
cara yang dipilih remaja untuk mengatasi tekanan sosial dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pilihan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja
menggunakan berbagai strategi, seperti mencari dukungan sosial, beradaptasi
dengan situasi, dan menghindari masalah. Pilihan strategi ini dipengaruhi oleh
kepribadian, lingkungan, dan hubungan sosial mereka. Temuan ini penting untuk
memahami bagaimana remaja beradaptasi secara psikologis dalam situasi sulit. Studi
ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang cara remaja mengatasi
tantangan yang mereka hadapi, serta memberikan panduan bagi pendidik dan
profesional dalam mendukung remaja dari keluarga broken home. Selain itu,
penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai
pengalaman dan kesulitan yang dihadapi oleh remaja broken home.
This
study examines the coping strategies employed by teenagers from broken homes in
facing societal stigma. Teenagers from non-intact families often encounter
emotional and psychological issues, which can be exacerbated by negative
perceptions from others. Using a qualitative method of life history, this research aims to
identify the various ways teenagers choose to cope with social pressure and the
factors influencing those choices. The findings indicate that teenagers employ
various strategies, such as seeking social support, adapting to their
situations, and avoiding problems. The choice of these strategies is influenced
by their personality, environment, and social relationships. These findings are
important for understanding how teenagers psychologically adapt in challenging
situations. This study is expected to provide new insights into how teenagers
navigate the challenges they face, as well as offer guidance for educators and
professionals in supporting teenagers from broken homes. Additionally, this
research aims to raise public awareness regarding the experiences and
difficulties encountered by these teenagers.
Kata Kunci : Strategi Coping, Remaja, Broken Home, Stigma Masyarakat, Life History