Tokoh dan Alur Utama Webtoon dan Drama "Nabillera (Navillera)": Kajian Ekranisasi
Yolandita Tiara Vikarani, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D.
2024 | Skripsi | BAHASA KOREA
Penelitian ini merupakan penelitian mengenai ekranisasi webtoon Navillera karya Hun dan Jimin (2016) menjadi serial drama televisi berjudul Navillera yang disutradarai oleh Han Donghwa (2021). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif untuk menjabarkan penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi pada tokoh dan alur utama webtoon Navillera dalam pengadaptasian menjadi drama Navillera. Teori struktural Robert Stanton (1965) dalam penelitian ini digunakan untuk melihat tokoh dan alur utama webtoon dan drama Navillera serta untuk mengumpulkan data terkait tokoh dan alur utama kedua karya tersebut. Kemudian, teori ekranisasi Pamusuk Eneste (1991) digunakan untuk menganalisis penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi pada tokoh dan alur utama webtoon Navillera dalam drama Navillera.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengadaptasian webtoon Navillera menjadi drama Navillera menyebabkan adanya perubahan pada unsur tokoh dan alur utama berupa total 7 penciutan, 11 penambahan, dan 14 perubahan bervariasi. Dari total tersebut, 5 penciutan, 2 penambahan, dan 8 perubahan bervariasi ditemukan pada unsur tokoh sedangkan 2 penciutan, 9 penambahan, dan 6 perubahan bervariasi ditemukan pada unsur alur utama. Salah satu contoh penciutan adalah penciutan tokoh bernama Dongsam yang diciutkan karena perannya sebagai pemilik pengepulan rongsok tempat Shim Deokchul bekerja tidak diperlukan dalam drama. Kemudian, salah satu contoh penambahan adalah penambahan peristiwa Shim Deokchul (70 tahun) ingin menyerah terhadap impiannya belajar balet yang menyebabkan perkembangan alur tahap penyituasian drama Navillera menjadi lebih lambat. Lalu, salah satu perubahan bervariasi adalah perubahan latar belakang Shim Deokchul yang dalam webtoon digambarkan bekerja sebagai pengepul rongsok setelah pensiun sedangkan dalam drama digambarkan tidak memiliki pekerjaan setelah pensiun.
This study discusses the ecranization of the webtoon Navillera written by Hun and Jimin (2016) into a television drama series entitled Navillera directed by Han Donghwa (2021). This study uses a descriptive-qualitative method to describe the subtractions, additions and variation changes in the characters and main plot of the webtoon Navillera which was adapted into the drama Navillera. The structural theory by Robert Stanton (1965) was used in this study to identify and collect datas related to characters and main plots of webtoon and drama Navillera. Then, Pamusuk Eneste's ecranization theory (1991) was used to analyze the subtraction, addition, and variation changes that occurred in the adaptation of webtoon Navillera into drama Navillera.
The results of this study shows that the adaptation of the webtoon Navillera into the drama Navillera resulted in changes to the characters and main plot in the form of a total of 7 subtractions, 11 additions, and 14 variation changes. Of that total, 5 subtractions, 2 additions, and 8 variation changes were found in the characters while 2 subtractions, 9 additions, and 6 variation changes were found in the main plot. One example of the subtraction is the subtraction of a character named Dongsam who was subtracted because his role as the owner of the junk shop where Shim Deokchul works was not needed in the drama. Then, one example of addition is the addition of the event when Shim Deokchul (70 years old) wants to give up on his dream of studying ballet which caused the plot development in the situation stage of drama Navillera to slow down. Furthermore, one of the variation changes is the change of Shim Deokchul’s background, who in the webtoon is portrayed working as a scrap collector after retiring while in the drama he is portrayed as not having any job after retiring.
Kata Kunci : webtoon, drama, Navillera, ekranisasi, struktural