Laporkan Masalah

Ketika Generasi Milenial dan Generasi Zoomers Kelas Menengah Bermimpi Tentang Tempat Tinggal: Studi Kasus di Kota Yogyakarta

OKSI ASA NURANI, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si.

2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Kebutuhan manusia dalam menjalani kehidupannya terdiri dari sandang, pangan dan papan. Akan tetapi, sebagian dari mereka belum dapat memenuhi kebutuhan akan papan. Pergeseran demografi yang dirasakan oleh wilayah Kota Yogyakarta dimana generasi milenial (1981-1996) dan generasi Zoomers (1997-2012) tumbuh sebagai penduduk terbesar yang mulai memasuki karir merumah. Permasalahan mengenai harga tempat tinggal, keterbatasan tempat tinggal dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Yogyakarta mengakibatan generasi milenial dan generasi Zoomers kelas menengah di Kota Yogyakarta mengalami kesulitan dalam kepemilikan tempat tinggal. Pendapatan memegang peranan penting dalam kepemilikan tempat tinggal, belum lagi mereka memiliki gaya hidup konsumtif yang memerlukan pengelolaan pendapatan sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya.

Dari permasalahan tersebut, dirumuskan masalah mengapa terdapat kecenderungan generasi milenial dan generasi Zoomers kelas menengah di Kota Yogyakarta mengalami kesulitan dalam mengakses kepemilikan tempat tinggal. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini menjelaskan mengenai mimpi, realita yang hadir dan impian generasi milenial dan generasi Zoomers kelas menengah di Kota Yogyakarta dalam perihal kepemilikan tempat tinggal. Metode yang digunakan menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna mengeksplorasi peristiwa untuk mendapatkan gambaran mendalam terhadap sebuah kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi lapangan dan kajian dokumen.

Hasil penelitian ini menyatakan generasi milenial dan generasi Zoomers kelas menengah di Kota Yogyakarta telah memiliki mimpi mengenai kepemilikan tempat tinggal, dimana masing-masing individu memiliki mimpi yang berbeda. Realita yang dihadapi berupa harga tempat tinggal yang melambung tinggi, pendapatan yang kecil, gaya hidup yang konsumtif, kepadatan penduduk dan arus urbanisasi. Impian tempat tinggal yang telah dimimpikan oleh generasi milenial dan generasi Zoomers kelas menengah di Kota Yogyakarta dalam kepemilikan tempat tinggal dengan tinggal di daerah pinggiran kota dengan memiliki rumah tapak yang berada lingkungan perkampungan. Dimana mereka tetap mengutamakan keterjangkauan jarak tempat tinggal dan mencari referensi rumah tapak melalui sosial media, keluarga, teman dan agen properti.

Human needs in living their lives consist of clothing, food, and shelter. However, some have not been able to meet their shelter needs. The demographic shift felt by the Yogyakarta City area where the millennial generation (1981-1996) and the Zoomers generation (1997-2012) grew as the largest population entered a career at home. Problems regarding housing prices, limited housing, and the Regency/City Minimum Wage (UMK) of Yogyakarta City have resulted in the millennial generation and the Zoomers generation in Yogyakarta City experiencing difficulties in owning a place to live. Income plays an important role in owning a place to live, not to mention they have a consumptive lifestyle that requires income management that is slightly different from the previous generation.

From these problems, the problem is formulated as to why there is a tendency for the millennial generation and the middle-class Zoomers generation in Yogyakarta City to experience difficulties accessing housing ownership. The purpose of this study is to explain the dreams, and realities that are present and the dreams of the millennial generation and the middle-class Zoomers generation in Yogyakarta City regarding housing ownership. The method used is qualitative with a case study approach to explore events to get an in-depth picture of a case. Data collection techniques use in-depth interviews, field observations, and document studies.

The results of this study state that the millennial generation and the middle-class Zoomers generation in Yogyakarta City have dreams about owning a place to live, where each individual has a different dream. The reality faced is in the form of soaring housing prices, low income, a consumptive lifestyle, population density, and urbanization. The dream of a place to live that has been dreamed of by the millennial generation and the middle-class Zoomers generation in Yogyakarta City is owning a place to live by living in the suburbs by having a landed house in a village environment. Where they still prioritize the affordability of the distance of the residence and look for references for landed houses through social media, family, friends, and property agents.

Kata Kunci : generasi milenial, generasi Zoomers, kelas menengah, kepemilikan tempat tinggal

  1. S1-2024-462959-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462959-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462959-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462959-title.pdf