Laporkan Masalah

Hubungan Antara Beban Kerja Dan Dukungan Sosial Dengan Kelelahan Kerja Pada Ahli Gizi Rumah Sakit Di Kabupaten Sleman

AIDA AFNANTI, Mutiara T P L Kusuma, Ph.D. ; Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.

2024 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Tenaga kesehatan berisiko tinggi mengalami kelelahan kerja akibat keterpaparan terhadap berbagai stresor kerja yang berat, seperti tekanan terhadap waktu, rendahnya dukungan sosial di tempat kerja, dan tingginya beban kerja. Penelitian terkait kelelahan kerja telah didokumentasikan dengan baik pada dokter dan perawat. Namun, penelitian terkait kelelahan kerja di kalangan ahli gizi masih terbatas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja dan dukungan sosial dengan kelelahan kerja pada ahli gizi rumah sakit di Kabupaten Sleman. Metode: Responden dalam penelitian ini terdiri dari 54 ahli gizi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Kuesioner Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS), NASA-TLX, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) masing-masing  digunakan untuk mengukur kelelahan kerja, beban kerja, dan dukungan sosial. Data dianalisis dengan uji Chi-Square, Fisher's Exact, dan regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p<0>0,05). Hasil uji regresi logistik dengan kelelahan kerja sebagai variabel dependen menunjukkan bahwa model akhir menjelaskan 35,9% varians kelelahan kerja. Sementara itu, diketahui bahwa variabel prediktor yang signifikan terhadap kelelahan kerja adalah beban kerja (B = 1,689, p = 0,056) dan status kesehatan (B = -2,178, p = 0,004). Kesimpulan: Beban kerja dan status kesehatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja pada ahli gizi rumah sakit di Kabupaten Sleman. Intervensi berupa layanan konseling, aktivitas rekreasi dan olahraga yang terjadwal, serta promosi resiliensi dapat dipertimbangkan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kelelahan kerja di kemudian hari.

Background: Health workers are at high risk of job burnout due to exposure to various stressors, including time constraints, insufficient social support at work, and excessive workloads. Research regarding job burnout has been well documented among doctors and nurses. However, research focusing on job burnout among nutritionists are still quite limited. Objective: To determine the relationships between workload, social support, and job burnout among hospital nutritionists in Sleman. Methods: A total of 54 nutritionists participated in the research. Participants completed the Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS), NASA-TLX, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Chi-square test, fisher's exact test, and logistic regression analysis were performed. Results: Significant relationship were found between workload and job burnout (p<0>0,05). On the other hand, the B coefficients indicate that workload (B = 1,689, p = 0,056) and health status (B = -2,178, p = 0,004) significantly predicted job burnout. The final model explained 35,9% of the variance in job burnout. Conclusion: Workload and health status are significantly associated with job burnout among nutritionist in Sleman. To prevent job burnout, interventions such as counseling services, recreational and sports activities, and resilience training can be implemented.

Kata Kunci : ahli gizi, kelelahan kerja, beban kerja, dukungan sosial

  1. S1-2024-461641-abstract.pdf  
  2. S1-2024-461641-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-461641-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-461641-title.pdf