Laporkan Masalah

PENERAPAN PENDEKATAN EX ANTE DALAM PENENTUAN PENYALAHGUNAAN POSISI DOMINAN BERDASARKAN PUTUSAN BUNDESKARTELLAMT B7-70/21 (BUNDESKARTELLAMT V. GOOGLE)

ALBERTA DONABELLA RATNA DEWI, Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis dampak dari penggunaan pendekatan ex ante dalam penyusunan peraturan terkait penyalahgunaan posisi dominan melalui pemrosesan data oleh perusahaan digital terhadap ekosistem digital, serta menilai apakah peraturan serupa dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan penegakan hukum persaingan usaha dalam pasar digital di Indonesia.

Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan yang menitikberatkan pada data sekunder berupa kepustakaan. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan cara mengungkapkan dan mengambil kebenaran dari data kepustakaan.

            Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa peraturan terkait penyalahgunaan posisi dominan melalui pemrosesan data yang disusun dengan pendekatan ex ante berimplikasi secara positif pada pasar digital Jerman, dengan dapat ditetapkannya suatu pelaku usaha atas penyalahgunaan posisi dominan secara lebih cepat dan efisien. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penerapan pendekatan ex ante dalam pengaturan penyalahgunaan posisi dominan melalui pemrosesan data dalam pasar digital. Untuk itu, Indonesia dapat mengadopsi peraturan yang serupa dengan GWB Jerman dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip penyusunan peraturan ex ante pada hukum persaingan usaha yang disarankan oleh OECD.

This study aims to determine and analyze the impact of the use of ex ante regulations in drafting regulations related to abuse of dominant position through data processing by digital companies on the digital ecosystem, as well as assess whether similar regulations can be applied to overcome the challenges of business competition law enforcement in the digital market in Indonesia.

This type of research is normative legal research with a statutory approach method that focuses on secondary data in the form of literature. The data that has been obtained is analyzed using a qualitative method by revealing and retrieving the facts from the literature data.

                Based on the results of the research and discussion, it is concluded that the regulation of abuse of dominant position through data processing prepared with an ex ante approach has positive implications for the German digital market, by being able to determine a business actor for abuse of dominant position more quickly and efficiently. This shows the importance of applying the ex ante approach in regulating abuse of dominant position through data processing in the digital market. For this reason, Indonesia can adopt a regulation similar to the German GWB while still paying attention to the principles of drafting ex ante regulations in competition law suggested by the OECD.

Kata Kunci : pendekatan ex ante, penyalahgunaan posisi dominan, pasar digital

  1. S1-2024-458684-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458684-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458684-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458684-title.pdf