GENTRIFIKASI DI KELURAHAN WIROGUNAN KOTA YOGYAKARTA DAN PEMINGGIRAN HAK HUNIAN MASYARAKAT LOKAL
I WAYAN DYOTA PARAHITA, Dr. Amalinda Savirani, S.I.P., M.A
2024 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Penelitian ini menganalisis mengenai proses panjang
gentrifikasi yang terjadi di Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan Kota
Yogyakarta. Secara lebih lanjut, penelitian ini membahas mengenai peran
kebijakan pemerintah dalam proses gentrifikasi tersebut. Penelitian ini
menggunakan konsep gentrifikasi oleh Neil Smith untuk melihat proses terjadinya
peningkatan kawasan di Koridor Jalan Taman Siswa dan gentrifikasi di kawasan
perumahan Kelurahan Wirogunan yang disebabkan oleh peran kebijakan perkotaan
dan kondisi ekonomi komersial Kota Yogyakarta. Peneliti menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode penelitian historis yang melihat perbandingan kawasan
saat ini dengan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan teknik pegumpulan data
berupa studi pustaka dan juga wawancara secara langsung sebagai sumber data
utama penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi fokus utama
penelitian ini yaitu peran pemerintah Kota Yogyakarta dalam pengelolaan tata
ruang dan masyarakat lokal Wirogunan. Sedangkan, sumber data sekunder
penelitian ini adalah studi pustaka, wikimapia,
dan Google Street View terkait data
demografi dan interpretasi perubahan bangunan komersial yang ada di Koridor
Jalan Taman Siswa. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat lokal terpengaruh
oleh proses gentrifikasi ini. Proses gentrifikasi memberikan pengaruh positif
dan negatif pada masyarakat lokal. Peningkatan kawasan ini menyebabkan
perubahan fungsi komersial pada hunian pribadi dengan produk indekos dan pondok
wisata. Sedangkan, peningkatan kawasan ini menciptakan kesenjangan sewa serta
ketimpangan kuasa yang mampu berpotensi meminggirkan hak hunian dan memaksa
masyarakat lokal untuk pindah dan keluar dari kawasan aslinya. Hal ini
disebabkan oleh tingginya kebutuhan hunian masyarakat pendatang, kenaikan harga
dan nilai properti, serta sempitnya lahan hunian yang memadai di Wirogunan.
This study
will analyze the long process of gentrification that occurred in Wirogunan
Village, Mergangsan District, Yogyakarta City. Furthermore, this study will
discuss the role of government policy in the gentrification process. This study
uses the concept of gentrification by Neil Smith to see the process of increasing
the area in the Taman Siswa Street Corridor and gentrification in the
residential area of Wirogunan Village caused by the role of urban policies and
commercial economic conditions of Yogyakarta City. Researchers use a qualitative approach with historical
research methods that look at the comparison of the current region with before.
This research uses data collection techniques in the form of literature studies
and also direct interviews as the main data source of this research. This aims
to identify the main focus of this study, namely the role of the Yogyakarta
City government in spatial management and the local community of Wirogunan.
Meanwhile, the secondary data sources of this research are literature studies,
wikimapia, and Google Street View related to demographic data and
interpretation of changes in commercial buildings in the Taman Siswa Street
Corridor. The study found that local
communities are affected by this gentrification process. The process of
gentrification exerts both positive and negative influences on local
communities. The increase in this area has caused changes in commercial
functions in private residences with homestay products and tourist cottages.
Meanwhile, the increase in this area creates rent gaps and power inequalities
that can potentially marginalize housing rights and force local people to move
out of their original areas. This is due to the high residential needs of
migrant communities, rising prices and property values, and the narrowness of
adequate residential land in Wirogunan.
Kata Kunci : Gentrifikasi, Kebijakan Perkotaan, Peningkatan Kawasan, Perubahan Fungsi