Hubungan Antara Status Nutrisi dengan Status Kesehatan Gingiva pada Lanjut Usia (Kajian di Kalurahan Sidorejo dan Kalurahan Trihanggo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)
MITHA NURMILAH, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D; Bekti Nur'aini, S.Kp.G., M.P.H
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Lanjut usia (lansia) adalah individu yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih. Peningkatan jumlah penduduk lansia dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah kesehatan mulut dan gigi. Status nutrisi yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan gingiva, karena ketidakseimbangan nutrisi dapat memengaruhi kondisi kesehatan mulut, salah satunya yakni kesehatan gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status nutrisi dengan status kesehatan gingiva pada lansia di Kalurahan Sidorejo dan Kalurahan Trihanggo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Metode penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan melibatkan 125 responden lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan wawancara menggunakan kuesioner. Status nutrisi dinilai menggunakan indeks massa tubuh (IMT), sementara status kesehatan gingiva dinilai menggunakan modified gingival index (MGI). Analisis data dilakukan dengan uji bivariat untuk melihat hubungan antara status nutrisi dan status kesehatan gingiva. Uji statistik yang digunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat kepercayaan interval (confidence interval [CI]) sebesar 95?n tingkat signifikansi p<0>
Hasil penelitian menunjukkan bahwa status nutrisi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status kesehatan gingiva pada lansia. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p=0,060. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun status nutrisi merupakan faktor penting, terdapat faktor lain yang lebih dominan memengaruhi kesehatan gingiva pada lansia.
The elderly are individuals aged 60 years or older. The increase in the elderly population can lead to various health problems, including oral and dental health issues. Good nutritional status is crucial for maintaining gingival health, as nutritional imbalances can affect oral health conditions, including gingival health. This study aims to determine the relationship between nutritional status and gingival health in the elderly in Kalurahan Sidorejo and Kalurahan Trihanggo, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region.
This cross-sectional study involved 125 elderly respondents. Data were collected through clinical examinations and interviews using questionnaires. Nutritional status was assessed using the body mass index (BMI), while gingival health was evaluated using the modified gingival index (MGI). Data analysis was conducted using bivariate tests to examine the relationship between nutritional status and gingival health. Statistical tests used Pearson Correlation with a confidence interval (CI) of 95% and a significance level of p<0>
The
results showed that nutritional status did not have a significant relationship
with gingival health in the elderly, as indicated by a p-value of 0.060. While
nutritional status is an important factor, this study suggests that other
factors may play a more dominant role in influencing gingival health in the
elderly.
Kata Kunci : Status Nutrisi, Status Kesehatan Gingiva, Lanjut Usia