Kehilangan Barang dalam Perjanjian Pengangkutan: Analisis Pertanggungjawaban Perdata pada Kasus Platform E-commerce (Tokopedia)
Muhaimin Husni Malik, Umar Mubdi S.H., M.A.
2024 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konstruksi hukum kehilangan barang
dalam perjanjian pengangkutan pada transaksi e-commerce di Tokopedia
serta mengetahui dan menganalisis pertanggungjawaban perdata dan pemulihan yang
diberikan kepada konsumen.
Penelitian ini
menggunakan pendekatan normatif empiris dan bersifat deskriptif analitis dengan
data primer yang diperoleh melalui wawancara terhadap responden yang mengalami
kasus kehilangan barang dalam transaksi e-commerce.
Selain itu, penelitian ini juga menggunakan data sekunder berupa kajian
literatur dan peraturan perundang-undangan terkait.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perjanjian pengangkutan pada transaksi e-commerce melibatkan beberapa pihak, yaitu penjual, pembeli, jasa
pengangkutan, dan platform e-commerce
(Tokopedia). Tokopedia bertanggung jawab secara kontraktual dalam menjamin
keamanan dan kelancaran pengiriman barang. Apabila terjadi
kehilangan barang dalam proses pengiriman, Jika
terbukti kesalahan berada pada pihak pengangkut, pengguna berhak mendapatkan
kompensasi berupa pengembalian dana. Tokopedia bersama
dengan pihak pengangkut wajib bertanggung jawab secara bersama-sama. Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019
tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Tokopedia diwajibkan untuk
menyediakan mekanisme pengaduan yang efektif melalui Pusat Resolusi dan
memfasilitasi proses investigasi terhadap kehilangan barangNamun, proses ini
sering kali membutuhkan waktu lama karena adanya kesalahan dari dan tidak
diaturnya rentang waktu proses oleh Tokopedia.
This research aims to identify and analyze
the legal construction regarding the loss of goods in transportation contracts
within e-commerce transactions on Tokopedia, as well as to determine and
analyze civil liability and the remedies provided to consumers.
The study employs
an empirical-normative approach with a descriptive-analytical method, using
primary data obtained through interviews with respondents who experienced loss
of goods in e-commerce transactions. Additionally, it uses secondary data from
literature reviews and relevant legal provisions.
The findings show
that carriage contracts in e-commerce transactions involve multiple parties,
namely the seller, buyer, carrier, and the e-commerce platform (Tokopedia).
Tokopedia bears contractual liability for ensuring the safety and smooth
delivery of goods. In the event of goods loss during the carriage process, if
fault lies with the carrier, the user is entitled to compensation, such as a
refund. Tokopedia and the carrier are jointly liable for such losses. According
to the Consumer Protection Law (Law No. 8 of 1999) and Government Regulation
No. 80 of 2019 concerning Electronic Commerce, Tokopedia is obligated to
provide an effective complaint mechanism via its Resolution Center and
facilitate the investigation process in case of goods loss. However, this
process often takes considerable time due to errors and the absence of a
stipulated timeframe for resolution by Tokopedia.
Kata Kunci : Kehilangan Barang, Perjanjian Pengangkutan, E-commerce, Tokopedia, Pertanggungjawaban Perdata