ANALISIS AJARAN BUDAYA SAMIN BOJONEGORO DALAM PERSPEKTIF SELF & OTHER EUGENE THOMAS LONG
Muhammad Tito Baharsyah, Dr. Sartini, M.Hum. ; Drs. Farid, S.Ag., M.A.
2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Seiring perkembangan masyarakat modern, sudah
seharusnya kearifan lokal dihadirkan sebagai salah satu pilar dalam membentuk
konsep hidup yang mengajarkan tentang kesederhanaan. Penelitian tentang Samin ini berfokus terhadap
hubungan antara masyarakat samin dengan tuhan, alam, dan sesamanya. Karena manusia tidak dapat hidup sendiri dan
manusia tidak dapat melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain, hubungan antar
sesama selalu ada dalam hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan perkembangan ajaran budaya samin
di Bojonegoro; 2) Mendeskripsikan
ajaran budaya samin
dalam memengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesamanya; 3) Mengidentifikasi perspektif worldview Eugene Thomas Long
diterapkan dalam memahami ajaran budaya samin Bojonegoro.
Penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif, yang mengumpulkan data melalui wawancara,
observasi lapangan, dan studi literatur. Untuk penelitian filsafat kebudayaan,
konsep ajaran budaya samin di Bojonegoro digunakan sebagai model. Inventarisasi
dan kategorisasi, klasifikasi, pengolahan sistematis, analisis sintesis, dan
refleksi kritis adalah tahapan pengolahan data. Empat elemen metodis filosofis
Bakker & Zubair digunakan untuk menganalisis data: deskripsi, interpretasi,
dan refleksi kritis.
Hasil penelitian menyimpulkan: 1) Ajaran
budaya samin Bojonegoro memiliki konsep inplementasi yang sedikit berbeda
dengan ajaran budaya samin yang lama karena sudah terjadi perkembangan dalam
ajaran budaya samin Bojonegoro;
2) Konsep dalam ajaran budaya samin Bojonegoro memiliki peran penting dalam
menentukan hubungan penganut ajaran budaya samin dengan Tuhan, alam, dan
sesamanya; 3) Dalam ajaran budaya samin Bojonegoro, 'self' (diri) dan 'other'
(yang lain) tidak dipandang sebagai entitas yang terpisah, melainkan sebagai
bagian dari sebuah keseluruhan yang lebih besar
Along with the development of modern society,
local wisdom should be presented as one of the pillars in forming a concept of
life that teaches simplicity. This research on Samin focuses on the
relationship between the Samin community and God, nature, and their neighbors.
Since humans cannot live alone and humans cannot do anything without the help
of others, relationships between others have always existed in human life. This research aims to: 1) Describe the
development of Samin teachings in Bojonegoro; 2) Describe the teachings of
Samin in influencing human relationships with God, nature, and others; 3)
Identifying Eugene Thomas Long's worldview perspective applied in understanding
the teachings of Samin Bojonegoro.
This study uses a
qualitative descriptive approach, which collects data through interviews, field
observations, and literature studies. For cultural philosophy research, the
concept of Samin's teachings in Bojonegoro is used as a model. Inventory and
categorization, classification, systematic processing, synthesis analysis, and
critical reflection are the stages of data processing. Four philosophical
methodological elements of Bakker & Zubair are used to analyze the data:
description, interpretation, and critical reflection
The results of the
study concluded: 1) The teachings of Bojonegoro samin culture have a slightly
different concept of implementation from the old teachings of samin culture
because there has been a development in the teachings of Bojonegoro samin
culture; 2) The concept in the teachings of Samin Bojonegoro has an important
role in determining the relationship of adherents of Samin teachings with God,
nature, and others; 3) In Samin Bojonegoro's teachings, 'self' and 'other' are
not seen as separate entities, but as part of a larger whole
Kata Kunci : Samin, Self & Other, Filsafat Kebudayaan