Mendorong Akuntabilitas Berkelanjutan pada Organisasi Sektor Publik: Transformasi Digital di Biro Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur
MAULIDA MAHFUZHATUL ASHUDI, Dr. Nanang Indra Kurniawan, S.I.P., M.P.A.
2024 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Disrupsi pada organisasi sektor publik yang didorong oleh adaptasi teknologi merupakan sebuah fenomena politik modern yang banyak ditemui dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi digital yang sedang terjadi pada bidang pengadaan barang/jasa daerah Provinsi Jawa Timur. Menggunakan kerangka kerja induktif oleh Gregory Vial, studi ini akan menganalisis 15 aspek operasional dan merumuskan dampak positif dan dampak negatif yang timbul secara beriringan dengan proses transformasi digital. Studi kasus dilaksanakan pada Biro Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan data pendukung.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital pada bidang pengadaan barang/jasa berhasil dilakukan, sehingga dapat mencapai akuntabilitas yang berkelanjutan. Terdapat beberapa aspek yang dapat dikembangkan kembali untuk memaksimalkan iklim digital yang sudah ada. Di sisi lain, terdapat juga aspek yang patut diapresiasi karena telah memberikan hasil yang optimal. Upaya peningkatan dapat dilakukan dengan mengembangkan platform komprehensif yang memfasilitasi seluruh proses pengadaan secara elektronik. Selain itu, pemerintah juga dapat menentukan price ceiling dan price floor untuk kompetisi pasar yang lebih sehat.
Studi ini memberikan kontribusi teoritis pada studi perubahan politik dan adaptasi teknologi informasi di tingkat organisasi, terutama dalam konteks transformasi digital. Sebagian besar penelitian mengenai transformasi digital menggunakan model kematangan, namun studi ini memilih pendekatan alternatif dengan menggunakan kerangka kerja kontemporer yang memungkinkan analisis mendalam dari berbagai aspek transformasi. Selain itu, penelitian ini juga menawarkan kontribusi praktis bagi tata kelola pemerintahan dengan memberikan perspektif yang lebih holistik, kritis, dan substansial dibandingkan dengan sistem evaluasi kinerja yang saat ini digunakan oleh pemerintah. Dengan demikian, penelitian ini dapat mengisi research gap dan phenomena gap yang ada.
The disruption within public sector organizations driven by technological adaptation is a modern political phenomenon frequently encountered today. This study aims to analyze the ongoing digital transformation process in the procurement sector of East Java Province. Using the inductive framework by Gregory Vial, this study will examine 15 operational aspects and formulate both positive and negative impacts that arise alongside the digital transformation process. The case study is conducted at the Procurement Bureau of the East Java Provincial Secretariat, with data collection carried out through in-depth interviews, observations, and supporting data.
The research findings indicate that digital transformation in the procurement sector has been successfully executed, resulting in sustainable accountability. There are several aspects that can be further developed to maximize the existing digital climate. On the other hand, there are also aspects that deserve appreciation for their optimal results. Improvement efforts can be made by developing a comprehensive platform that facilitates the entire procurement process electronically. Additionally, the government can also set price ceilings and price floors for healthier market competition.
This study provides theoretical contributions to the study of political change and information technology adaptation at the organizational level, particularly within the digital transformation context. Most research on digital transformation uses maturity models, but this study opts for an alternative approach using a contemporary framework that allows for an in-depth analysis of various transformation aspects. Furthermore, this research offers practical contributions to governance by providing a more holistic, critical, and substantial perspective compared to the current performance evaluation systems used by the government. Thus, this study can fill the existing research gap and phenomena gap.
Kata Kunci : E-Procurement, Transformasi Digital, Pengadaan Barang dan Jasa, Akuntabilitas, Teknologi