Dinamika Pencetakan Nilai Keluarga pada Generasi Penerus dalam Melanjutkan Bisnis Keluarga
AISYAH ZAKIYYAH NINGRUM, Rocky Adiguna, SE., M.Sc., Ph.D.; C. Budi Santoso, Dr., M.Bus.; Ragil Sriharto, SE, MM.
2024 | Skripsi | MANAJEMEN
Pendahuluan: Penelitian ini memberikan penjelasan terhadap dinamika pencetakan nilai keluarga terhadap kemauan penerus dalam melanjutkan bisnis keluarga. Studi ini berfokus pada dinamika pencetakan nilai yang dilakukan pendahulu kepada penerus bisnis keluarga. Latar Belakang: Perusahaan bisnis keluarga menghadapi tantangan besar dalam suksesi antar generasi untuk mempertahankan keberlangsungan dan keberlanjutan bisnis. Suksesi bisnis keluarga antara generasi dahulu kepada generasi selanjutnya dilalui proses yang sangat panjang karena adanya transfer pengetahuan serta nilai-nilai dalam bisnis keluarga. Pencetakan nilai yang dilakukan oleh pendahulu kepada penerus merupakan salah satu aspek penting dalam proses suksesi, terutama terhadap kemauan penerus yang terbentuk. Kebaruan: Penelitian sebelumnya dilakukan pada negara maju, Spanyol, dengan perusahaan yang sudah berusia seabad. Penelitian ini dilakukan di negara berkembang, Indonesia, dengan perusahaan yang berusia minimal dua generasi. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ganda. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan total 14 informan narasumber terdiri dari pendahulu serta penerus berasal dari 7 perusahaan di Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi-terstruktur. Metode analisis data menggunakan analisis dalam kasus dan analisis antar kasus yang dibantu dengan perangkat lunak MAXQDA24 dalam pengolahan data. Temuan: Penelitian menemukan bahwa pencetakan nilai memiliki dampak terhadap kemauan penerus untuk melanjutkan bisnis keluarga. Pencetakan nilai berdasarkan preferensi pendahulu terbagi menjadi tiga, yaitu pencetakan nilai yang berfokus pada bisnis keluarga, pencetakan nilai yang berfokus pada wirausaha, dan pencetakan nilai yang berfokus kehendak bebas. Perbedaan utama dari pencetakan nilai terdapat pada preferensi pendahulu untuk melakukan pencetakan nilai kepada penerus. Dua komponen penting ditemukan dalam penelitian, yaitu preferensi penerus dan gaya serta kepemimpinan pendahulu, yang memiliki peran besar dalam pencetakan nilai. Kesimpulan: Pencetakan nilai oleh pendahulu kepada penerus berpengaruh terhadap kemauan penerus untuk melanjutkan bisnis. Pencetakan yang berfokus pada bisnis keluarga mendorong penerus untuk melanjutkan bisnis karena adanya keterikatan emosional dan pertimbangan rasional. Sementara itu, pencetakan yang berfokus pada wirausaha menimbulkan keinginan untuk melanjutkan bisnis hanya berdasarkan ikatan emosional tanpa pertimbangan rasional, sehingga kurang stabil. Sedangkan pencetakan yang berfokus pada kehendak bebas mendorong penerus untuk melanjutkan bisnis dengan dasar pertimbangan rasional yang lebih dominan, meskipun tetap ada ikatan emosional.
Introduction: This research explains the dynamics of value imprinting in family business and its effect on the successors’ willingness to continue the business. The study focuses on the dynamics of imprinting conducted by predecessors on the successors of the family business Background Problems: Family businesses face significant challenges in intergenerational succession to maintain the continuity and sustainability of the business. The succession process from previous generations to the next is lengthy due to the transfer of knowledge and values within the family business. Value imprinting by predecessors onto successors is a crucial aspect of the succession process, particularly in shaping the successors' willingness Novelty: Previous research was conducted in a developed country, Spain, on companies that are over a century old. This study was conducted in a developing country, Indonesia, with companies that are at least two generations old. Methodology: This research is a qualitative study using a multiple case study method. The sample was taken using purposive sampling technique, with a total of 14 informants consisting of predecessors and successors from 7 companies in Indonesia. Data collection was carried out using semi-structured interviews. Data analysis was conducted using within-case and cross-case analysis, aided by the MAXQDA24 software for data processing. Findings: The study found that value imprinting has an impact on the successors' willingness to continue the family business. Value imprinting based on the preferences of the predecessor is divided into three categories: value imprinting focused on the family business, value imprinting focused on entrepreneurship, and value imprinting focused on free will. The main difference in value imprinting lies in the predecessor's preference for imprinting values onto the successor. Two important components were identified in the research: successor preferences and the leadership style of the predecessor, both of which play a significant role in value imprinting. Conclusions: The value imprinting by predecessors on successors influences the successors' willingness to continue the business. Imprinting that focuses on family business encourages successors to continue the business due to emotional attachment and rational considerations. In contrast, imprinting that emphasizes entrepreneurship fosters a desire to continue the business solely based on emotional bonds, without rational consideration, making it less stable. Meanwhile, imprinting that centers on free will encourages successors to continue the business with rational considerations as the dominant factor, although emotional attachment remains present.
Kata Kunci : Bisnis Keluarga, Suksesi Bisnis Keluarga, Kemauan Penerus, Teori Imprinting