Laporkan Masalah

Student Contemplative Workspace dengan Pendekatan Third Place di Yogyakarta

NUZULIA NUR ZULFA, Mario Lodeweik Lionar, S.T., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | ARSITEKTUR

Yogyakarta merupakan kota yang dijuluki sebagai Kota Pelajar karena banyaknya pusat-pusat pendidikan yang lahir di kota ini sehingga menawarkan berbagai peluang pendidikan yang berlimpah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Yogyakarta menghadapi kendala yang mungkin dapat menurunkan citranya sebagai Kota Pelajar, seperti maraknya kasus moralitas pelajar. Tidak hanya itu, Yogyakarta sebagai pusat pendidikan yang berkualitas juga menghadapi tantangan kesejahteraan mental yang signifikan bagi pelajar, mulai dari kondisi persaingan akademik yang ketat secara tidak langsung memberikan tekanan kepada pelajar hingga permasalahan kesehatan mental yang dialami oleh pelajar. Hal ini menyebabkan lingkungan Kota Yogyakarta kurang kondusif dan aman untuk pelajar mengemban ilmu. Selain itu, fasilitas ruang belajar informal yang belum cukup memenuhi kebutuhan pelajar perlu dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengalaman belajar.   Oleh karena itu, diperlukan fasilitas penunjang pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar, tetapi juga memprioritaskan kesejahteraan mental. Di sisi lain, mengintegrasikan praktik kontemplatif ke dalam lingkungan belajar terbukti dapat mengembangkan kebijaksanaan dan karakter seseorang sehingga mampu meningkatkan ketahanan mental seseorang. Student Contemplative Workspace merupakan tipologi bangunan yang menjawab persoalan perkembangan dan kebutuhan ruang belajar informal di Yogyakarta dengan mendukung kegiatan belajar yang bersifat kontemplatif. Pendekatan Third Place menekankan pada aspek desain arsitektural yang dapat mewujudkan Student Contemplative Workspace sebagai tempat ketiga bagi pelajar untuk belajar, bekerja, mengembangkan diri, atau sekadar ‘melarikan diri’ sejenak dari rutinitas untuk menenangkan pikiran atau pun memperoleh hiburan. Dengan menyatukan keberagaman aktivitas yang positif dalam satu tujuan, diharapkan dapat mewujudkan komunitas pelajar yang positif dan memiliki ketahanan mental yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.


Kata kunci: Pelajar, Kesehatan Mental, Ruang Belajar Informal, Praktik Kontemplatif, Tempat Ketiga.

Yogyakarta is known as the Student City due to the numerous educational centers that have emerged in the city, offering abundant educational opportunities. However, in recent years, Yogyakarta has faced challenges that may diminish its reputation as a Student City, such as the prevalence of moral issues among students. Not only that, but Yogyakarta, as a hub for quality education, also encounters significant mental well-being challenges for students, ranging from intense academic competition indirectly adding pressure on students to mental health issues experienced by them. This has led to an environment in Yogyakarta that is less conducive and safe for students to pursue knowledge. Additionally, the available informal learning spaces are insufficient to meet the needs of students, necessitating further development to enhance the effectiveness of the learning experience. Therefore, there is a need for educational support facilities that not only focus on learning activities but also prioritize mental well-being. On the other hand, integrating contemplative practices into the learning environment has proven to develop wisdom and personal character, enhancing student's mental resilience. Student Contemplative Workspace is a typology of building that addresses the developmental issues and informal learning space needs in Yogyakarta by supporting contemplative learning activities. Third Place approach emphasizes architectural design aspects that can materialize the Student Contemplative Workspace as a third space for students to study, work, self-develop, or simply 'escape' momentarily from routines to calm the mind or find entertainment. By uniting diverse positive activities towards a common goal, it is hoped to create a positive student community with strong mental resilience to face future challenges.


Keywords: Student, Mental Health, Informal Learning Space, Contemplative Practice, Third Place

Kata Kunci : Student, Mental Health, Informal Learning Space, Contemplative Practice, Third Place

  1. S1-2024-463187-abstract.pdf  
  2. S1-2024-463187-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-463187-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-463187-title.pdf