Laporkan Masalah

Mental Wellness Center dengan Pendekatan Arsitektur Terapeutik di Lingkungan Kampus UGM Yogyakarta

ELFIRA ROSA ADINDA, Kadek Indira Diah Kardina, S.T., M.T.

2024 | Skripsi | ARSITEKTUR

Tingginya tingkat gangguan kesehatan mental pada mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tekanan akademik, tuntutan sosial-ekonomi, perbedaan budaya, serta adaptasi terhadap perubahan lingkungan sekitar. Mahasiswa yang juga sedang berada pada fase quarter life crisis dipenuhi oleh perasaan khawatir serta emosi yang tidak stabil. Hal ini jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada kesehatan fisik, perubahan perilaku, perkembangan emosional, serta integrasi sosial mahasiswa di lingkungan sekitarnya. Adanya stigma negatif terkait fasilitas kesehatan mental yang masih terkesan institusional juga membuat mahasiswa takut dan malu untuk mengaksesnya.

Upaya untuk membantu mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan mental mahasiswa ditunjukkan dengan adanya fasilitas layanan konseling psikologis di lingkungan kampus. Namun demikian, pada fasilitas ini belum terdapat penerapan desain dengan pertimbangan spasial yang dapat mempengaruhi kondisi emosional penggunanya, padahal integrasi prinsip-prinsip healing therapeutic dapat membantu menciptakan ruang yang nyaman dan tenang untuk beristirahat sejenak dari kejenuhan dan hiruk-pikuk kehidupan kampus, serta memberikan pengalaman yang memungkinkan mahasiswa untuk mengeksplorasi diri dengan hal positif yang mendukung pertumbuhan individu secara psikis.

Tahapan perancangan dilakukan dengan studi literatur terkait karakteristik mahasiswa beserta gangguan mental yang dialaminya, tipologi mental wellness center, pendekatan arsitektur terapeutik, serta studi preseden yang memiliki kesamaan konteks dengan rancangan desain. Observasi lapangan dilakukan melalui pengamatan secara langsung maupun tidak langsung. Data tersebut dianalisis dan direspon, kemudian dirumuskan ke dalam konsep rancangan desain.

Hasil akhir berupa konsep perancangan mental wellness center dengan pendekatan arsitektur terapeutik yang terintegrasi dalam lingkungan kampus. Adanya penerapan konsep arsitektur terapeutik pada desain mental wellness center ini diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi gangguan kesehatan mental pada mahasiswa dan mendukung terciptanya kampus yang sehat.

The high level of mental health disorders among students is caused by several factors, including academic pressure, socio-economic demands, cultural differences, and adaptation to changes in the surrounding environment. Students who are also going through a quarter-life crisis are filled with worry and unstable emotions. If not handled properly, this can impact their physical health, behavioral changes, emotional development, and social integration within their surroundings. The negative stigma associated with mental health facilities that still seem institutional also makes students afraid and ashamed to access them.

Efforts to prevent and address students' mental health issues are shown through the provision of psychological counseling services on campus. However, these facilities lack the implementation of spatial design considerations that could affect the emotional conditions of their users. Yet, integrating principles of healing therapy can help create a comfortable and calm space for students to briefly rest from the monotony and chaos of campus life, allowing them to explore positive aspects that support psychological growth.

The design process begins with a study of literature related to the characteristics of students and the mental disorders they experience, the typology of mental wellness centers, therapeutic architecture approaches, and precedents that share context similarities with the design concept. Field observations are conducted through direct and indirect observations. The data is analyzed and responded, then formulated into a design concept.

The result is design concept for mental wellness center with an integrated therapeutic architecture approach within the campus environment. The implementation of therapeutic architecture approach in the design of mental wellness center is expected to help reduce mental health disorders among students and support the creation of a healthy campus.

Kata Kunci : Mahasiswa, kesehatan mental, mental wellness center, arsitektur terapeutik

  1. S1-2024-456042-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456042-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456042-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456042-title.pdf