Laporkan Masalah

ANALISIS AKUNTABILITAS PENERIMA MANFAAT PADA NONPROFIT ORGANIZATION (NPO) ISLAM MELALUI MEDIA SOSIAL (Studi Komparasi pada Badan Amil Zakat Nasional dan Dompet Dhuafa)

AUDI DHIFA YUDHANTI, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | AKUNTANSI

Akuntabilitas dalam organisasi nirlaba, khususnya berbasis agama, sangat penting untuk menjaga kepercayaan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk penerima manfaat. Meskipun potensi pengumpulan zakat di Indonesia sangat besar, realisasinya masih jauh dari optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana zakat yang seringkali menyebabkan rendahnya kepercayaan publik. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten menjadi salah satu cara untuk mengeksplorasi interaksi sosial dan dalam komunitas organisasi nirlaba secara online, khususnya melalui media sosial Instagram. Data sekunder dikumpulkan dari unggahan media sosial BAZNAS dan Dompet Dhuafa selama tahun 2022.  Penelitian ini menemukan bahwa kedua organisasi tersebut menggunakan media sosial untuk menyampaikan akuntabilitas kepada penerima manfaat dalam berbagai bentuk, termasuk laporan aktivitas dan penggunaan dana. Namun, terdapat perbedaan dalam cara penyampaian dan fokus informasi yang diberikan. BAZNAS cenderung lebih formal dalam penyampaian informasinya, sementara DD lebih interaktif dan dialogis dengan penerima manfaat. 

Accountability in nonprofit organizations, especially those based on religion, is crucial for maintaining trust among various stakeholders, including beneficiaries. Despite the significant potential for zakat collection in Indonesia, its realization remains suboptimal. One contributing factor is the lack of accountability and transparency in the management of zakat funds, which often leads to low public trust. A qualitative approach using content analysis is one way to explore social  interactions within online nonprofit communities, particularly through social media platforms like Instagram. Secondary data were collected from social media posts by BAZNAS and Dompet Dhuafa throughout 2022. This study found that both organizations use social media to communicate accountability to beneficiaries in various forms, including activity reports and fund usage. However, there are differences in the presentation style and focus of the information provided. BAZNAS tends to be more formal in its information delivery, while Dompet Dhuafa is more interactive and dialogical with beneficiaries.

Kata Kunci : akuntabilitas, media sosial, organisasi nirlaba, BAZNAS, Dompet Dhuafa, analisis konten

  1. S1-2024-461113-abstract.pdf  
  2. S1-2024-461113-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-461113-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-461113-title.pdf