EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI UNCERTAINTY MANAGEMENT TERHADAP KETIDAKPASTIAN AKAN PENYAKIT DAN KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS STADIUM AKHIR YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT AKADEMIK UGM
Alfauzi Adhe Destyanto, Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes., Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S.
2024 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang : Pasien gagal ginjal kronis stadium akhir (GGKSA) yang menjalani terapi hemodialisis (HD) mengalami ketidakpastian. Ketidakpastian yang tinggi dapat menyebabkan masalah psikologis yang dapat meningkatkan kecemasan. Psikoedukasi manajemen ketidakpastian terbukti efektif dalam menurunkan ketidakpastian dan kecemasan pada pasien dengan penyakit kronis. Namun, program psikoedukasi manajemen ketidakpastian yang dilakukan pada pasien GGKSA yang menjalani HD belum banyak dilakukan.
Tujuan: Menguji efektivitas program psikoedukasi manajemen ketidakpastian terhadap ketidakpastian akan penyakit dan kecemasan pasien GGKSA yang menjalani HD.
Metode: Eksperimen kuasi pre-post test dengan grup kontrol.Terdapat 74 partisipan dalam penelitian ini. Kelompok intervensi mendapatkan psikoedukasi manajemen ketidakpastian dalam 5 sesi secara bauran (2 sesi offline seecara individu dan 3 sesi online secara berkelompok). Penelitian ini menggunakan uji independent dan paired t-test, atau uji Mann-Whitney dan Wilcoxon, digunakan untuk menganalisis efektivitas program psikoedukasi manajemen ketidakpastian.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi manajemen ketidakpastian efektif dalam menurunkan skor ketidakpastian dari 94 menjadi 85 secara signifikan (p<0>effect size = 1,08) dan menurunkan kecemasan dari 35,41 menjadi 30,22 secara signifikan (p = 0,03, effect size = 0,50) dibandingkan perawatan standar.
Kesimpulan: Program psikoedukasi manajemen ketidakpastian efektif dalam menurunkan ketidakpastian dengan efek size yang besar dibandingkan kecemasan dengan efek size yang sedang pada pasien GGKSA yang menjalani HD. Psikoedukasi uncertainty management dapat menjadi salah satu alternatif intervensi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh perawat di sektor klinis untuk membantu menurunkan ketidakpastian dan kecemasan pasien GGKSA yang menjalani HD.
Backgorund : Patients with end-stage renal disease
(ESRD) undergoing hemodialysis (HD) often experience uncertainty. High levels
of uncertainty can lead to psychological problems that may increase anxiety.
Uncertainty management psychoeducation has been proven effective in reducing
uncertainty and anxiety in patients with chronic diseases such as cancer, heart
disease, and HIV. However, uncertainty management psychoeducation for ESRD
patients undergoing HD have not been widely implemented.
Objective: To examine the effectiveness of
uncertainty management psychoeducation program on uncertainty and anxiety among
end-stage chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis (HD).
Method: Quasi-experimental
pre-post test design with a control group. There are 74
participants in this study. The intervention group will receive
uncertainty management psychoeducation in 5 blended sessions (2 individual
offline sessions and 3 group online sessions). Measurements using the
Mishel Uncertainty in Illness Scale-Adult (MUIS-A) questionnaire and the Zung
Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) at baseline and 1 week after the intervention.
Independent
and paired t-tests, or Mann-Whitney and Wilcoxon tests, will be used to analyze
the effectiveness of the uncertainty management psychoeducation program.
Result: The results of this study show that psychoeducation uncertainty management is effective in reducing uncertainty scores from 94 to 85 with a significance value of (p<0 xss=removed xss=removed xss=removed>
Conclusion: The psychoeducation uncertainty
management program is effective in reducing uncertainty with a large effect
size compared to anxiety with a moderate effect size in patients with ESRD
undergoing HD. Psychoeducation uncertainty management can be an alternative
intervention that can be independently implemented by nurses in clinical
settings to help reduce uncertainty and anxiety in ESRD patients undergoing HD.
Kata Kunci : Ketidakpastian; kecemasan; gagal ginjal kronik stadium akhir; psikoedukasi