Politik Social Upgrading: Perbandingan Peran Non-Governmental Organization dalam Rantai Nilai Komoditas Kopi di Indonesia dan Filipina
Chindy Rinjani Putri, Dr. Maharani Hapsari, S.IP., MA.
2024 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Peran NGO (Non-Governmental Organization) dalam politik sosial upgrading semakin krusial untuk mengatasi ketidakadilan yang terjadi dalam rantai nilai komoditas kopi global. Perkembangan keterlibatan NGO dalam tata kelola global mencerminkan eksistensi mereka dalam dinamika politik internasional. Di Indonesia dan Filipina, NGO terlibat dalam restrukturisasi kebijakan dan pasar lokal, memperkuat posisi petani kopi kecil di tengah dominasi elit ekonomi dan elit politik. Dengan berfokus pada wilayah NTB (Nusa Tenggara Barat) dan BARMM (Bangsamoro Autonomous Region of Muslim Mindanao), penelitian ini menunjukkan bahwa variasi dalam dinamika sosial-politik memengaruhi peran dan pendekatan NGO dalam merestrukturisasi distribusi kekuasaan. NGO di NTB membangun kemitraan dengan petani kopi untuk dapat mendorong restrukturisasi kebijakan yang lebih inklusif, dengan menekankan perlindungan terhadap hak-hak petani melalui advokasi dan kampanye publik. Sedangkan, di BARMM, NGO membangun kemitraan dengan pebisnis kopi lokal untuk membangun struktur pasar kopi yang lebih adil, yang selama ini di dominasi oleh perusahaan kopi raksasa. perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana NGO dapat menciptakan jaringan kemitraan yang lebih inklusif, yang pada gilirannya menghadirkan perubahan signifikan dalam tata kelola rantai nilai global dan mengatasi tantangan ketidakadilan struktural yang di hadapi petani kopi kecil. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika peran NGO dalam politik social upgrading dan kontribusinya terhadap perbaikan distribusi kekuasaan dalam rantai nilai komoditas kopi.
The
role of Non-Governmental Organizations (NGOs) in the politics of social
upgrading is increasingly crucial for addressing injustices within the global
coffee value chain. The development of NGO involvement in global governance
reflects their presence within international politics. In Indonesia and the
Philippines, NGOs are engaged in the restructuring of local policies and
markets, reinforcing the position of small coffee farmers amidst the dominance
of economic and political elites. Focusing on NTB (West Nusa Tenggara) and
BARMM (Bangsamoro Autonomous Region of Muslim Mindanao), this study reveals
that variations in socio-political dynamics influence the roles and approaches
of NGOs in restructuring power distribution. In NTB, NGOs form partnerships
with coffee farmers to advocate for more inclusive policy restructuring,
emphasizing the protection of farmers' rights through advocacy and public
campaigns. Conversely, in BARMM, NGOs partner with local coffee entrepreneurs
to develop a fairer coffee market structure, which has been dominated by large
coffee corporations. These differing approaches illustrate how NGOs can create
more inclusive partnership networks, leading to significant changes in global
value chain governance and addressing the structural injustices faced by small
coffee farmers. This research offers new insights into the dynamics of NGO
roles in the politics of social upgrading and their contribution to improving
power distribution within the coffee commodity value chain.
Kata Kunci : Politik Social Upgrading, Non-Governmental Organization, Rantai Nilai Komoditas Kopi, NTB, BARMM