Laporkan Masalah

The digital pivot: qualitative insights into dynamic Capabilities and the experiences of remote workers In emerging countries.

Rhesya Agustine, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A

2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Dalam perkembangan teknologi yang pesat dan proliferasi praktik kerja jarak jauh, memahami kapabilitas dinamis dari perusahaan dan individu menjadi sangat penting. Teece (2007) mendefinisikan kapabilitas dinamis sebagai kemampuan suatu Perusahaan untuk mengintegrasikan, membangun, dan mengonfigurasi ulang kompetensi internal dan eksternal untuk menghadapi lingkungan yang berubah dengan cepat. Penelitian ini berfokus pada pengalaman yang detail dari pekerja jarak jauh (remote work) di negara-negara berkembang, mengeksplorasi bagaimana pengalamanpengalaman ini mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kerangka kerja kapabilitas dinamis. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif, studi ini melakukan wawancara mendalam dengan pekerja jarak jauh dari berbagai sektor di negara-negara berkembang yang dipilih, termasuk Indonesia, Ukraina, Brazil, China, India, Maroko, serta negaranegara maju seperti Norwegia, Inggris, dan Austria. Temuan menunjukkan cara-cara rumit di mana pekerja jarak jauh memahami, beradaptasi, dan membentuk kapabilitas dinamis dalam lingkungan profesional mereka. Penelitian ini mengungkapkan dualitas peluang dan tantangan yang disajikan oleh era digital. Meskipun kerja jarak jauh Iv (remote work) menawarkan fleksibilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akses ke pasar global, ini juga menuntut pembelajaran terus-menerus, adaptabilitas, dan ketahanan. Wawasan penting diperoleh dari strategi adaptasi lembaga pendidikan selama pandemi COVID-19, seperti yang dibahas oleh Renz dan Hilbig (2023), menyoroti aplikasi yang lebih luas dari kapabilitas dinamis di luar pengaturan korporat. Studi ini menekankan pentingnya sensing, seizing, dan transformingdimensi kunci dari kapabilitas dinamisdalam menavigasi lanskap digital. Kemampuan dalam alat digital untuk kolaborasi dan komunikasi sangat penting bagi pekerja jarak jauh untuk mengenali peluang dan merespons kebutuhan kolaborasi secara efektif. Pembelajaran terusmenerus dan dukungan organisasi sangat penting dalam memanfaatkan peluang yang muncul, sementara mengelola keseimbangan kerja-hidup dan mempersiapkan model kerja hibrida menjadi contoh dari dimensi transformasi.Penelitian ini berkontribusi pada diskursus akademis dengan menjembatani konsepkonsep teoretis dengan bukti empiris, menawarkan perspektif dunia nyata tentang aplikasi dan tantangan teori kapabilitas dinamis dalam ekonomi yang terdigitalisasi. Ini menekankan perlunya strategi organisasi yang adaptif dan pembuatan kebijakan yang terinformasi untuk mengembangkan model kerja jarak jauh yang berkelanjutan. Temuan ini memiliki implikasi mendalam bagi strategi organisasi, formulasi kebijakan,v dan penelitian masa depan tentang paradigma kerja jarak jauh yang berkelanjutan dalam ekonomi digital yang terus berkembang. Dengan menangkap pengalaman hidup dari pekerja jarak jauh dan menyoroti pentingnya strategis kapabilitas dinamis, studi ini memberikan cetak biru dasar untuk memanfaatkan potensi penuh dari kerja jarak jauh di pasar yang sedang berkembang.Ini menganjurkan strategi pertumbuhan simbiotik di mana bisnis mengantisipasi dan membentuk perubahan, mendorong pendekatan yang tangguh, inovatif, dan berwawasan ke depan untuk kerja jarak jauh.

In the wake of rapid technological advancements and the proliferation of remote work practices, understanding the dynamic capabilities of firms and individuals has become crucial. Teece (2007) defines dynamic capabilities as the ability of an enterprise to integrate, build, and reconfigure internal and external competencies to address rapidly changing environments. This research focuses on the nuanced experiences of remote workers in emerging countries, exploring how these experiences influence and are influenced by the dynamic capabilities framework.Utilizing a qualitative research methodology, this study conducted in-depth interviews with remote workers across various sectors in selected emerging nations,including Indonesia, Ukraine, Brazil, China, India, Morocco, and developed countries such as Norway, the UK, and Austria. The findings reveal the intricate ways in which remote workers perceive, adapt to, and shape dynamic capabilities within their professional environments. The research uncovers a duality of opportunities and challenges presented by the digital era. While remote work offers unprecedented flexibility and access to global markets, it also demands continuous learning, adaptability, and resilience. Significant insights were drawn from the adaptation strategies of educational institutions during the COVID-19 pandemic, as discussed by Renz and Hilbig (2023),ii highlighting the broader applicability of dynamic capabilities beyond corporate settings. The study underscores the importance of sensing, seizing, and transforming—key dimensions of dynamic capabilities—in navigating the digital landscape. Proficiency in digital tools for collaboration and communication is essential for remote workers to sense opportunities and respond effectively to collaboration needs. Continuous learning and organizational support are pivotal in seizing emerging opportunities, while managing work-life balance and preparing for hybrid work models exemplify the transformation dimension.This research contributes to the academic discourse by bridging theoretical concepts with empirical evidence, offering a real-world perspective on the application and challenges of dynamic capabilities theory in a digitalized economy. It emphasizes the need for adaptive organizational strategies and informed policymaking to develop sustainable remote work models. The findings carry profound implications for organizational strategies, policy formulation, and future research on enduring remote work paradigms within the constantly evolving digital economy.By capturing the lived experiences of remote workers and highlighting the strategic importance of dynamic capabilities, this study provides a foundational blueprint for harnessing the full potential of remote work in emerging markets. It advocates for a symbiotic growth strategy where businesses anticipate and shape change, fostering a resilient, innovative, and forward-looking approach to remote work

 

Kata Kunci : Dynamic Capabilities, Remote Work, Digital Economy, Qualitative Research, Organizational Strategies

  1. S2-2024-471199-abstract.pdf  
  2. S2-2024-471199-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-471199-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-471199-title.pdf