Laporkan Masalah

Pelindungan Hukum dan Pemajuan Kebudayaan Indikasi Geografis Batik Tulis Nitik Yogyakarta Dalam Industri Sub-sektor Kriya Ekonomi Kreatif di Indonesia

Satya Lejar Wijaya, Dina W. Kariodimedjo, S.H., LL.M, Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Magister Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi oleh perajin terkait dalam upaya melindungi Batik Tulis Nitik Yogyakarta  melalui sistem pendaftaran Indikasi Geografis (IG). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai dampak pelindungan IG terhadap penguatan karakteristik, ciri khas, dan kualitas Batik Tulis Nitik Yogyakarta  dalam industri sub-sektor kriya ekonomi kreatif di kalangan perajin dan masyarakat lokal.


Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif empiris. Penelitian normatif dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan untuk memperoleh data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang didukung dengan wawancara kepada narasumber. Penelitian empiris dilakukan dengan melakukan wawancara kepada responden untuk mendapatkan data primer. Seluruh data yang telah dikumpulkan, kemudian dianalisis dengan metode analisis kualitatif.

Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan oleh penulis, tantangan yang dihadapi oleh perajin terkait dalam upaya melindungi Batik Tulis Nitik Yogyakarta melalui sistem pendaftaran IG yaitu masih adanya permasalahan berupa pemakaian tanda IG Batik Tulis Nitik Yogyakarta  oleh pihak yang bukan pemakai IG aslinya secara tidak bertanggung jawab. Indikasi pelanggaran terkait Batik Tulis Nitik Yogyakarta  yaitu berupa pemakaian suatu tanda IG secara langsung oleh bukan pemakai IG aslinya dan peniruan atau penyalahgunaan produk khas IG yang menyesatkan masyarakat luas mengenai kebenaran asal barang dan/atau produk tersebut. Kontribusi para perajin dan MPIG dalam menjaga karakteristik, ciri khas, dan kualitas, mampu menjadikan Batik Tulis Nitik Yogyakarta sebagai produk yang dihasilkan dalam industri sub-sektor kriya ekonomi kreatif di Indonesia. Hal tersebut juga melahirkan dampak ekonomi dan sosial, antara lain Batik Tulis Nitik Yogyakarta mampu mengembangkan produknya dalam lingkup pasar internasional dan perencanaan pembangunan Batik Tulis Nitik Yogyakarta  sebagai sentra batik nasional oleh pemerintah. Hal ini bertujuan agar semakin menghidupkan ekosistem perekonomian dan kehidupan sosial budaya bagi para perajin dan masyarakat lokal DIY.

This study aims to identify the challenges faced by artisans in their efforts to protect This study aims to identify the challenges faced by artisans in their efforts to protect Batik Tulis Nitik Yogyakarta through the Geographical Indication (GI) registration system. Additionally, this research seeks to understand and analyze the impact of GI protection on strengthening the characteristics, uniqueness, and quality of Batik Tulis Nitik Yogyakarta within the creative economy's craft sub-sector among artisans and the local community. 


The research employs a normative empirical methodology. Normative research is conducted through literature studies to obtain secondary data consisting of primary and secondary legal materials, supported by interviews with resource persons. Empirical research is carried out by conducting interviews with respondents to gather primary data. All collected data are then analyzed using qualitative analysis methods. 

Based on the research and analysis conducted by the author, the challenges faced by artisans in protecting Batik Tulis Nitik Yogyakarta through the GI registration system include the irresponsible use of the Batik Tulis Nitik Yogyakarta GI mark by non-original GI users. Violations related to Batik Tulis Nitik Yogyakarta include the direct use of a GI mark by non-original GI users and the imitation or misuse of unique GI products that mislead the public regarding the true origin of the goods and/or products. The contributions of artisans and the MPIG in maintaining the characteristics, uniqueness, and quality have enabled Batik Tulis Nitik Yogyakarta to become a product within Indonesia's creative economy craft sub-sector. The economic and social impacts include the ability of Batik Tulis Nitik Yogyakarta to expand its market scope internationally and the government's planning to develop Batik Tulis Nitik Yogyakarta as a national batik centre. This aims to further invigorate the economic ecosystem and socio-cultural life for artisans and the local community of DIY.

Kata Kunci : Indikasi Geografis, Batik Tulis Nitik Yogyakarta, Ekonomi Kreatif

  1. S2-2024-500447-abstract.pdf  
  2. S2-2024-500447-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-500447-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-500447-title.pdf