Kepatuhan Perpajakan Generasi Z Pebisnis di Yogyakarta: Pengaruh Moral Pajak, Keadilan Pajak, Kesadaran Pajak, Pengetahuan Perpajakan, dengan Mediasi Intensi Untuk Patuh
CHAVELLA ASHLYN TIARA, Rijadh Djatu Winardi, S.E., M.Sc., Ph.D., CFE
2024 | Skripsi | AKUNTANSI
Generasi Z adalah generasi terbaru dalam dunia kerja yang memiliki minat yang tinggi untuk memulai bisnis mereka sendiri dibandingkan generasi sebelumnya. Data menunjukkan bahwa angka wirausaha muda semakin meningkat di zaman sekarang ini. Oleh karena itu, generasi Z sebagai generasi penerus bangsa memiliki potensi untuk meningkatkan penerimaan pajak. Yogyakarta sebagai kota pelajar memiliki potensi yang sangat besar dalam melahirkan wirausaha yang berbakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pajak pada generasi Z pebisnis yang berada di Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk memprediksi model dengan banyak faktor. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Sampel penelitian adalah generasi Z pebisnis yang memiliki usaha di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Peneliti mendapatkan total responden kuesioner sebanyak 193 orang. Namun, sampel yang digunakan hanya sejumlah 150 orang yaitu sampel yang memenuhi kriteria penelitian. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan metode bootstrapping.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral pajak, keadilan pajak, dan kesadaran pajak berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kepatuhan pajak maupun melalui mediasi intensi untuk patuh. Sedangkan, pengetahuan perpajakan tidak ditemukan berpengaruh secara positif dan signifikan secara langsung terhadap kepatuhan pajak maupun melalui mediasi intensi untuk patuh.
Generation Z is the newest generation in the workforce and has a higher interest in starting their own business than previous generations. Data shows that the number of young entrepreneurs is increasing in this day and age. Therefore, the generation Z as the next generation of the nation has the potential to increase tax revenue. Yogyakarta as a kota pelajar or center of education has great potential in producing talented entrepreneurs. This study aims to determine tax compliance in young entrepreneur, especially generation Z in Yogyakarta.
This research uses a quantitative approach using the Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method to predict models with many factors. Primary data was obtained through distributing questionnaires. The research sample is generation Z entrepreneurs who own businesses in Yogyakarta City and Sleman Regency. Researchers obtained a total of 193 questionnaire respondents. However, the sample used was only 150 people, namely samples that met the research criteria. To test the hypothesis, this study used the bootstrapping method.
The results showed that tax morale, tax justice, and tax awareness have a positive and significant effect directly on tax compliance or through the mediation of intention to comply. Meanwhile, tax knowledge was not found to have a positive and significant effect directly on tax compliance or through the mediation of intention to comply.
Kata Kunci : Generasi Z, kepatuhan pajak, moral pajak, keadilan pajak, kesadaran pajak, pengetahuan perpajakan, intensi untuk patuh