Kajian input output barang-barang logam (kode 054) propinsi D.I. Yogyakarta : Kasus industri kecil pengolahan alumunium di kelurahan Sorusutan kecamatan Umbulharjo kota Yogyakarta
Musaini, Drs. Soekadri, M.S.; Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKajian Input-Output merupakan suatu langkah pemanfaatan Tabel Input-Output D.l. Yogyakarta yang diterbitkan BPS Kota Yogya tahun 1995. Penelitian ini bertujuan untuk, mengkaji Input-Output Barang-barang Logam Lainnya dan sumbangannya terhadap ekonomi wilayah, mengetahui efektivitas produksi Barang-barang Logam Lainnya, mengetahui sumbangan industri Almunium terhadap ekonomi wilayah, mengetahui karakteristik sosial ekonomi dan struktur ekonomi pengusaha lndustri Almunium, serta memberikan suatu aruhan kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dan data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dan melalui wawancara menggunakan kuesioner, wawa.ncara dilakukan terhadap pengusaha industri Almunium. Sedangkan data sekunder untuk kajian Input-Output Regional menggunakan Tabel Input-Output 1995 DIY. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil, sumbangan riil barang barang Logam lainnya terhadap ekonomi regional sebesar 1,0791% dari total input antara. Su.mbangan kasar terhadap ekonomi regional sebesar 274.951.545 ribu rupiah. Keterkaitan ke depan memberikan sumbangan lebih kecil dibanding keterkaitan kebelakang pada ekonomi pada kegiatan perekonomian barang-barang logam lainnya di D.I Yogyakarta. Besarnya keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pedagang baik ditingkat lokal maupun ditingkat regional daripada produsennya. Perbedaan input regional dan lokal, yaitu bahwa produksi ditingkat lokal menggunakan bahan daur ulang sedangkan ditingkat regional masih impor. Besarnya impor sebesar 30% dari total input dan ekspor 11.762 dapat dikatakan bahwa produksinya tidak efektif. Namun demikian, untuk kasus kegiatan produksi Almunium di Kalurahan Sorosutan memiliki efektifitas yang cukup tinggi karena mampu ekspot sebesar 13,3% dari total input, alokasi balas jasa tenaga kerja sebesar Rp 8.784.720,- per kapita, lebih besar dari PDRB per kapita Umbulharjo yaitu Rp 7.387.696,-. Pemerintah hendaknya memberikan arahan pengembangan terhadap sektor Barang-barang Logam lainnya, diantaranya dengan memberikan keringanan pajak impor, sedangkan Industri Almunium Sorosutan dapat lebih dikembangkan dengan pemberdayaan fungsi koperasi Umbul Jaya oleh sektor terkait (pemerintah). Pada kasus Industri Almuium Sorosutan pola sebaran industri lebih terkonsentrasi di pinggiran (perbatasan dengan Kabupaten Bantul).
Input-output studies is an exploration step of Yogyakarta special region input output table which publishcd by BPS Yogyakarta Municipality in 1995. The research is apply in order to, input-output studies of other metal goods and its contrihute to the district economy, to know the effectiveness of other metal goods, to know the economy social characteristic and economic structure of Almunium industrialist, and giving guidance for the economy policy. Research methodological using is survay and data method which receive from primary data and secondary data, primary data gets by direct observation on the field and quesionary interview, the interview is doing to Almunium industrialist. Secondary data in order to regional input-output studies by using input-output table 1995 of DIY. Based on the research is obtain, the real contribution of other metalic goods for regional economy is 1,0791 % from total input crude contribution for regional economy 274.951.545 thousand rupiahs. The next interrelatedness giving smaller contribution information proportion the background connection of economy of other metal goods economy activities in Yogyakarta special region. The profit is be obtained by the merchant more than their producer both local and regional, the local product is using the recicling goods and regional products is using import goods. The import in the amounth of 30% from total input and export 11. 762 can be said that the production is not effective. But, for alumunium production activities case in Sorosutan Village is having the high effectivity because its can import 13.3% from total input, the salary allocation is 8.784.720 rupiahs each capita, more than PDRB each capita in Umbulharjo that is 7.387.696 rupiahs. The government should be giving directive for growing of other metalic goods, in the mean while by giving dispensation of import tax, beside that the sorosutan industrial almunium can be developed by deceive the function of Umbul Jaya cooperation by the connected sector (the goverment). In the Sorosutan almunium industry case the industrial spread system is more be consentrated on the coastal areas (the border of Bantul Regency).
Kata Kunci : Industri kecil pengolahan alumunium,Umbulharjo,Kota Yogyakarta,DIY