Pekerja yang Mengalami Pemotongan Upah Diakibatkan Pelemahan Ekonomi (Studi Kasus PT XYZ di Surabaya)
Azhar Muhammad Hasan, Dr. Murti Pramuwardhani Dewi, S.H., M.Hum.
2024 | Tesis | S2 Magister Hukum
Penelitian ini memiliki 2 (dua) tujuan. Pertama,
untuk mengetahui dan mengkaji kesesuaian alasan PT XYZ dalam mewajibkan pekerja
untuk menandatangani surat pernyataan pengikhlasan pemotongan upah. Kedua,
untuk mengetahui dan mengkaji kesesuaian surat pernyataan yang memuat
pengikhlasan pemotongan upah dengan asas konsensualisme.
Penelitian
yang dilakukan oleh penulis bersifat deskriptif. Jenis penelitian yang penulis
lakukan adalah penelitian yuridis-empiris. Penelitian hukum normatif dilakukan
dengan cara studi kepustkaan yang menggunakan alat pengumpulan data berupa
studi dokumen terhadap data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum
sekunder, dan bahan hukum tersier. Penelitian hukum empiris dilakukan dengan
cara studi lapangan yang menggunakan alat berupa pedoman wawancara terhadap
responden dan narasumber. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara
kualitatif dan disajikan secara deskriptif.
Penelitian
yang dilakukan oleh penulis menghasilkan 2 (dua) kesimpulan. Pertama, pemotongan
upah karena faktor pelemahan ekonomi yang dilakukan oleh PT XYZ dan terbukti
melanggar Pasal 90 jo. 91 UU Ketenagakerjaan dan Pasal 63 Peraturan
Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 terkait Pengupahan. Pemberi kerja membayar upah
di bawah nominal yang tertera pada perjanjian kerja dan UMK. Kedua, surat
pernyataan yang diterbitkan oleh PT XYZ, dalam klasifikasi asas konsensualisme
tidak memenuhi unsur Pasal 52 ayat (1) UU Ketenagakerjaan. Isi dari surat
pernyataan yang dibuat oleh pemberi kerja memiliki kecenderungan melakukan
penyalahgunaan keadaan agar pekerja bersepakat mengikhlaskan adanya pemotongan
upah.
This study has 2 (two) objectives. First, to
find out and examine the suitability of PT XYZ's reasons for requiring workers
to sign a statement of acceptance of wage deductions. Second, to find out and
examine the suitability of the statement containing the acceptance of wage
deductions with the principle of consensualism.
The
research conducted by the author is descriptive. The type of research conducted
by the author is empirical-juridical research. Normative legal research is
conducted by means of a literature study using data collection tools in the
form of document studies of secondary data in the form of primary legal
materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Empirical
legal research is conducted by means of a field study using tools in the form
of interview guidelines for respondents and informants. The results of the
study are then analyzed qualitatively and presented descriptively.
The
research conducted by the author produces 2 (two) conclusions. First, wage cuts
due to economic downturn factors carried out by PT XYZ and proven to violate
Article 90 in conjunction with Article 91 of the Manpower Law and Article 63 of
Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages. The employer pays
wages below the nominal amount stated in the employment agreement and UMK.
Second, the statement letter issued by PT XYZ, in the classification of the
principle of consensualism, does not fulfill the elements of Article 52
paragraph (1) of the Manpower Law. The contents of the statement letter made by
the employer tend to force workers to agree to accept wage cuts.
Kata Kunci : Pemotongan Upah, Pekerja, Hubungan Kerja, Perjanjian Kerja