Laporkan Masalah

Struktur usaha industri jamu dan pengaruhnya terhadap ekonomi wilayah

Evi Nur Hikmawati, Drs. Agus Sutanto, M.S.

2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Untuk mewujudkan pembangunan di perdesaan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkembangkan industri perdesaan. Pengembangan industri perdesaan khususnya yang berbasis pada sektor pertanian merupakan alternatif untuk meningkatkan perekonomian wilayah. Industri jamu di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu jenis industri perdesaan yang turut berperan dalam peningkatan ekonomi wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) klasifikasi industri jamu di daerah penelitian dan karakter usaha industri tersebut, 2) bagaimana pengaruh usaha pengembangan yang diterima pengusaha terhadap nilai produksi 3) pengaruh industri jamu terhadap peningkatan ekonomi wilayah. Data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dengan melibatkan seluruh pengusaha industri jamu di daerah penelitian sebagai responden yang jumlahnya sebanyak 60 pengusaha. Wawancara secara mendalam juga dilakukan untuk menambah informasi. Data sekunder diperoleh dari instansi-insatansi pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Sedangkan analisa data dilakukan dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Kemudian untuk membuktikan hasil analisa digunakan uji Korelasi. Sebagian besar usaha industri jamu di daerah diketahui memiliki kategori usaha berkembang. umumnya dicirikan dengan karakteristik modal tetap 38 juta — 68 juta rupiah, modal lancar 25 juta -34 juta rupiah per bulan, asal modal dari uang sendiri dan pinjam KOJAI, jumlah bahan baku 13.000 kg/bulan sampai 19.000 kg/bulan, jumlah tenaga kerja 6 sampai 10 orang, jenis produksi satu macam, jumlah produksi 10.000 sampai 20.000 bungkus per bulan, nilai produksi 28 juta sampai 40 juta rupiah per bulan, jenis mesin 2 buah, nilai total penjualan 28 juta sampai 38 juta rupiah per bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha yang pernah menerima bentuk-bentuk usaha pengembangan mempunyai rata-rata nilai produksi jamu Rp. 34.567.860,- per bulan. Pengaruh industri jamu terhadap peningkatan ekonomi wilayah dikarenakan kemampuannya menciptakan pendapatan dan kesempatan kerja. Penggunaan modal lancar seluruh pengusaha yang mencapai Rp.1.759.500.000,- per bulan dapat menghasilkan pendapatan total sebesar Rp.223.500.000,- per bulan. Industri jamu mampu menyerap tenaga kerja sejumlah 467 orang dan setiap bulannya dapat menghasilkan produk jamu sebesar 1.009.000 bungkus/bulan. Meningkatnya jumlah tenaga kerja yang digunakan berakibat pada peningkatan jumlah produksi. Sedangkan nilai pendapatan semakin meningkat dengan penggunaan modal usaha yang semakin besar.

To realize rural development, an alternative effort is with rural industrial development. Development of the rural industry specially being based on agricultural sector is alternative to improve economics of region. Industrial of `jamu" or also mentioned with traditional medicines industry in Nguter District, Sukoharjo Region is one of the rural industrial type which partake played a part in the make-up of regional economics. Research concerning structure of is effort and the influence of to economics of region aim to know; 1) the classification of traditional medicine industry and character of is effort industry, 2) how influence of the effort development accepted by entrepreneur to production rate and 3) the level contribution of given by traditional medicines industry to improvement of regional economics. Datas used to support this research is in the form of primary data and secondary data. Primary data obtained from questionary entangled all industrial entrepreneur of traditional medicines in research area as respondent which the was amount of counted 60 entrepreneurses. Interview exhaustively is also done to add information. The secondary data obtained from governmental institution. Analyse data done by using frequency tables and cross tabulation. Then to prove result of analysis used by test of Correlation test. Most traditional medicines industry in area known have category of is effort expanding, generally with fixed capital characteristic 38 million - 68 million rupiah, circulating capital 25 million - 34 million rupiah per month, source of capital of money alone and borrow KOJAI, amount of raw materials 13.000 kgs/month until 19.000 kgs/month, labours amount 6 until 10 people, type produce one kinds of, amount produce 10.000 until 20.000 bales per month, production rate 28 million until 40 million rupiah per month, machine type 2, total value of sale 28 million until 38 million rupiah per month. Result of research indicate that entrepreneur which have accepted form of effort development have production rate mea Rp. 34.567.860,- per month. The influence of traditional medicines industry to improvement of regional economics are contribute significant to generate income and creating employment opportunity. Usage of circulating capital entire tired entrepreneur Rp. 1.759.500.000,- per month can yield total incomes equal to Rp.223.500.000,- per month. Traditional medicines industry can permeate labour a number of 467 people and per month can yield product equal to 1.009.000 bale/month. The increasing of used labours amount cause at improvement of productions amount. While income value progressively mount with usage of ever greater

Kata Kunci : Industri jamu,Ekonomi wilayah,Nguler,Sukoharjo,Jawa Tengah

  1. S1-2004-140546-Evi_Nur_Hikmawati_abstract.pdf  
  2. S1-2004-140546-Evi_Nur_Hikmawati_bibliography.pdf  
  3. S1-2004-140546-Evi_Nur_Hikmawati_tableofcontent.pdf  
  4. S1-2004-140546-Evi_Nur_Hikmawati_title.pdf