Laporkan Masalah

Peranan dan perkembangan usaha perikanan kolam di kecamatan Cangkringan kabupaten Sleman

Ratri Martuti Pinta Ully, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.; Dra. Sunarpi Rilanto, M.S.

2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini berjudul “Peranan dan Perkembangan Usaha Perikanan Kolam di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman”, judul tersebut penulis pilih dengan alasan bahwa Kecamatan Cangkringan sebagai kecamatan penghasil ikan konsumsi tertinggi di Kabupaten Sleman pada tahun 2001. Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu untuk mengkaji faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi dari usaha perikanan kolam, perbedaan pendapatan yang diperoleh dari usaha pembenihan dan dari usaha pembesaran, besarnya sumbangan pendapatan usaha perikanan kolam terhadap pendapatan total rumah tangga petani, perkembangan usaha perikanan kolam di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman tahun 1997-2001 dalam hal luas kolam dan produksi ikan kolam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, penentuan daerah penelitian dengan purposive sampling, pengambilan responden dengan quota sampling dan pengumpulan datanya dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 60 orang terdiri dari 18 petani ikan pembenih dan 42 petani ikan pembesaran. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis tabel frekuensi dan analisis statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai produksi dari usaha perikanan kolam adalah nilai benih ikan dan nilai pakan dan pupuk. Ketersediaan benih ikan, pakan dan pupuk ini tergantung pada ketersediaan modal usaha. Umumnya petani yang memiliki modal usaha yang cukup tidak mengalami kesulitan dalam menyediakan benih ikan, pakan dan pupuk sehingga modal usaha menjadi faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi pada usaha perikanan kolam. Pendapatan rata-rata per tahun dari usaha pembenihan memiliki perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan rata-rata per tahun dari usaha pembesaran. Hal ini disebabkan oleh perbedaan penggunaan modal dan benih kan, perbedaan umur petani dan tingkat pendidikan serta perbedaan produksi. Pendapatan dari usaha perikanan kolam hanya mampu memberikan sumbangan sebesar 11,06% terhadap total pendapatan rumah tangga petani. Hal ini disebabkan karena motivasi usaha adalah untuk mencari tambahan pendapatan sehingga pengelolaannya dilakukan secara sampingan dan hasilnya belum optirnal. Perkembangan luas kolam dan produksi ikan pada periode 1997-1999 cenderung mengalami penurunan yang disebabkan oleh terbatasnya modal petani akibat krisis moneter. Selain itu, harga pakan pellet juga mengalami kenaikan akibat krisis sehingga petani mengurangi pembelian pakan pellet untuk menyesuaikan keadaan modalnya. Petani juga menerapkan strategi pengurangan luas kolam untuk mengatasi keterbatasan modal yang dimilikinya. Adapun perkembangan luas kolam dan produksi ikan pada periode tahun 1999--2001 sedikit demi sedikit terus mengalami -enaikan. Upaya pengembangan usaha perikanan kolam dengan meningkatkan penyuluhan terutama bagi petani yang belum pernah mendapat penyuluhan dan bagi petani yang memiliki masalah hama dan penyakit ikan, membuat jadwal giliran irigasi, penguatan modal bagi petani yang modalnya terbatas dan meningkatkan peran KTI untuk mengatasi masalah pemasaran.

The title of this research is -The Role and Development of Fish-Pond Farming in district of Cangkringan Residence of Sleman. The arca is choosen by the reason that the place was the highest fish producer in residence of Sleman in year 2001. The aims of this research are to evaluate the influence from product factor to income, distinction of income that taken from fish germ and fish growing effort, contribution of these effort to total household income in district of Cangkringan, development of fish-pond farming in district uf Cangkringan, Sleman in year 1997-2001 in the large of pond square and fish-pond production. This research used was survey method. Consideration of research region used purposive sampling, get respondents used quota sampling and co!lected the data by using a questioner. Number of sample was about 60 people consisting of 18 fish seeding farmer and 42 growing fish farmer. It was solved by descriptive statistical analysis and table of frecuency analysis using SPSS. Result of this research showed that producing factor which it had influenced significantly to production value from fish-pond farming was both seeding material value and weaving and fertilizer material value. Availability of this seeding material, weaving and fertilizer material depended on availahility of working capital. Commonly, farmer who had available working capital did not had problems in supplying seeding, weaving and fertilizer material so working capital became producing factor which had influenced greatly to production value in fish¬pond farming effort. Average income of year of this fish seeding effort has deviation significantly compared to average income of year of growing fish farming. It was caused by difference in using of capital and s2;eding material, difference of age and education and also difference of production. . Income from fish-pond farming was only be able to give a contribution approximately 11.06 percent to total farmer household income. It was caused by the effort's motivation was to look for adding income, so that the management was conducted as a part time working and the result had not been taken optimally. Development on fish¬pond farming in year 1997-1999 for square of pond and fish productioa was decreased. ft was caused by the existence of monetary crisis effect that influenced Indonesia in mid of 1997. Farmer's capital became more limited so they had to apply strategy in decreased of producing factor, including by diminish square of pond. Besidc, price of pellet had also experienced increasing in which it caused by monetary crisis so that farmers decreased their pellet purchase to be suitable to their capital. Farmer had also applied strategy to reduce their square of pond to resolve limited capital they had. Development on fish-pond fan-ning in year 1999- 2001 for square ofpond and fish production was increased gradually until now. Deveroping effort in fish-pond farming used increase of direct information for farmers who had not ever got instruction for the farmer, those who had germ and fish disease problem, made irrigation turning scheduk, to supply of water as expected, empowerment in payment of capital for farrners who had limited capital and incrcased of cooperative role for farmer group (KTI) to solve marketing prob1em.

Kata Kunci : Usaha Perikanan Kolam,Cangkringan,Sleman,DIY

  1. S1-2003-122428-Ratri_Martuti_Pinta_Ully_abstract.pdf  
  2. S1-2003-122428-Ratri_Martuti_Pinta_Ully_bibliography.pdf  
  3. S1-2003-122428-Ratri_Martuti_Pinta_Ully_tableofcontent.pdf  
  4. S1-2003-122428-Ratri_Martuti_Pinta_Ully_title.pdf