Pencahayaan Alami Pada Ruang Kerja Studio Arsitektur Sebagai Faktor Kenyamanan Visual yang Meningkatkan Produktivitas Kerja
Ingrid Vicaningrum, Syam Rachma Marcillia, S.T., M.Eng., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
Pencahayaan alami
merupakan elemen krusial dalam desain ruang kerja, khususnya pada studio
arsitektur. Pencahayaan yang tepat tidak hanya meningkatkan produktivitas dan
kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta kesejahteraan visual
pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi intensitas pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruangan untuk
memastikan bahwa tingkat pencahayaan memenuhi standar kenyamanan visual
pengguna ruang. Metode penelitian ini menggunakan simulasi software Sketchup,
Rhino 7 dan Grasshopper untuk melihat distribusi cahaya masuk pada
ruang studio arsitektur dengan menggunakan geolokasi EPW koordinat D.I. Yogyakarta dan waktu mengontrol cahaya alami dari arah utara ke arah selatan.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, kondisi waktu cahaya masuk,
bukaan jendela (WWR), material dan warna dinding serta kenyamanan visual
terhadap persepsi pengguna ruang. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa
intesitas cahaya pada ruang studio arsitektur sudah memenuhi standar pencahyaan
yaitu, sebesar 350 - 750 lux berdasarkan Illuminating Engineering Society
(IES), sehingga berdampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan
visual pengguna ruang studio arsitektur. Selain itu, penggunaan matarial ruang
seperti lantai keramik, dinding dan plafond yang berwarna cerah dapat
memantulkan cahaya alami secara merata, Penggunaan warna
dinding yang cerah seperti warna putih dan jingga cenderung memberikan kontribusi
positif bagi kenyamanan visual pengguna ruang kerja
studio arsitektur dan secara langsung meningkatan kinerja dan produktifitas
pengguna. Manfaat dari penelitian ini yaitu, mengevaluasi pencahayaan alami
terhadap kenyamanan visual yang dapat meningkatkan produktivitas pengguna,
sehingga pencahayaan alami dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, didukung dengan penggunaan
material dan warna yang memberikan pemantulan cahaya yang merata.
Daylighting is a crucial element in
workspace design, especially in architecture studios. Proper lighting not only
improves productivity and comfort, but also has an impact on the health and
visual well-being of space users. This research aims to evaluate the intensity
of natural lighting entering the space to ensure that the lighting levels meet
the visual comfort standards of the space users. This research method uses
Sketchup, Rhino 7 and Grasshopper software simulations to see the distribution
of incoming light in the architecture studio space using the EPW geolocation
coordinates of Yogyakarta and the time to control natural light from north to
south. The variables used in this study are the time conditions of incoming
light, window openings (WWR), wall material and color and visual comfort on the
perception of space users. The findings of this study indicate that the light
intensity in the architecture studio space has met the lighting standards,
namely, 350 - 750 lux based on the Illuminating Engineering Society (IES), so
that it has a positive impact on the health and visual well-being of
architecture studio space users. In addition, the use of matarial spaces such
as tiled floors, walls and ceilings that are brightly colored can reflect
natural light evenly, the use of bright wall colors such as white and orange
tends to make a positive contribution to the visual comfort of architectural studio
workspace users and directly increase user performance and productivity. The
benefits of this research are, evaluating natural lighting on visual comfort
that can increase user productivity, so that natural lighting can be utilized
as much as possible, supported by the use of materials and colors that provide
even light reflection.
Kata Kunci : Pencahayaan Alami, Kenyamanan Visual, Ruang Studio Arsitektur