Nilai Estetis Konsumen: Pengembangan Instrumen Pengukuran dan Pengaruhnya pada Perilaku Konsumen dalam Konsumsi Jasa Galeri Seni
Joko Subiharto, Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta, M.B.A.; Bayu Sutikno, MSM, Ph.D.; Dr. Sari Winahjoe Siswomihardjo, MBA.
2024 | Disertasi | S3 Manajemen
Galeri seni adalah salah satu infrastruktur penting dalam sektor industri kreatif, yang berfungsi sebagai platform untuk mempromosikan dan mengembangkan karya-karya kreatif suatu masyarakat. Dalam konsumsi galeri seni, estetika menjadi nilai yang penting dalam penilaian konsumen pengunjung galeri seni dibandingan dengan nilai-nilai fungsional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur untuk konstruk nilai estetis dan menguji pengaruhnya terhadap dua variabel perilaku konsumen yaitu kepuasan dan loyalitas pengunjung galeri seni. Pada penelitian pertama, dilakukan tinjauan literatur mengenai konsep nilai estetis dari berbagai bidang seperti seni, filsafat seni, psikologi, manajemen, dan pemasaran, kemudian digunakan untuk mengembangkan alat ukur dan model konseptual dari konsep nilai estetis. Data dari survei terhadap 242 pengunjung galeri seni di Yogyakarta dianalisis dengan Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk menentukan jumlah faktor yang dipertahankan dalam konsep. Pada penelitian kedua, pengaruh nilai estetis terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen (niat untuk berkunjung kembali dan niat untuk merekomendasikan) diuji. Data survei dari 225 responden dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS).
Hasil dari penelitian pertama mengungkapkan bahwa terdapat empat dimensi yang mewakili Nilai Estetis, yaitu: karya seni, fasilitas-tempat, pengetahuan, dan emosi. Sedangkan pada penelitian kedua, nilai estetis mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen (niat untuk mengunjungi kembali dan niat untuk merekomendasikan) di galeri seni. Secara keseluruhan, konseptualisasi dan pengembangan instrumen pengukuran nilai estetis dalam penelitian ini menyediakan pemahaman yang lebih baik mengenai respon individu dalam konteks konsumsi seni khususnya galeri seni.
Art galleries are one of the essential infrastructures in the creative industry sector, serving as a platform to promote and develop the creative works of society. In the consumption of art galleries, aesthetics is an essential value in assessing consumers who visit art galleries compared to functional values.
This study aims to develop a measurement tool for the aesthetic value construct and test its effect on two consumer behavior variables, namely the satisfaction and loyalty of art gallery visitors. In the first study, a literature review was conducted on the concept of aesthetic value from various fields such as art, philosophy of art, psychology, management, and marketing, which was then used to develop measuring instruments and conceptual models of aesthetic value. Data from a survey of 242 art gallery visitors in Yogyakarta was analyzed with Exploratory Factor Analysis (EFA) to determine the number of factors retained in the concept. In the second study, the effect of aesthetic value on customer satisfaction and loyalty (intention to revisit and intention to recommend) was tested. Survey data from 225 respondents were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS).
The results of the first study revealed four dimensions that represent Aesthetic Value: artwork, facilities-places, knowledge, and emotions. Whereas in the second study, aesthetic value was found to significantly affect consumer satisfaction and loyalty (intention to revisit and intention to recommend) in art galleries. These findings have practical implications for art gallery management and marketing strategies. Overall, this study's conceptualization and development of aesthetic value measurement instruments provide a better understanding of individual responses in the context of art consumption, especially in art galleries.
Kata Kunci : Nilai Estetis Konsumen, Galeri Seni, Instrumen Pengukuran, Kepuasan, Loyalitas