OPTIMALISASI STRATEGI BISNIS PT. ASDP MELALUI KEUNGGULAN KOMPETITIF UNTUK MENJADI AGREGATOR DALAM INDUSTRI PENYEBERANGAN
Muhammad Yusuf Hadi, Rimawan Pradiptyo, S.E., M.Sc., Ph.D.,
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Konektivitas transportasi wilayah pulau Jawa dan Sumatera dipisahkan oleh selat sunda, lebih efisien dijangkau melalui darat yang dihubungkan dua pelabuhan utama yakni Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Posisi ASDP sebagai pengelola Pelabuhan Merak-Bakauheni dan juga operator kapal. Langkah transformasi digital menjadi langkah strategis ASDP dalam menjaga proporsi pada sisi demand di setiap rantai pasok. Situasi tersebut secara struktural memperkuat posisi ASDP dalam bersaing dan menangkap peluang dari aktivitas penyebrangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengembangkan strategi pada bisnis ASDP di Lintasan Merak Bakauheni Indonesia Ferry termasuk upaya kolaborasi dengan operator swasta dalam upaya memanfaatkan keunggulan kompetitif. Analisis dilakukan dengan observasi kualitatif melalui wawancara secara semi terstruktur dan menggunakan kerangka PESTEL, Five Forces Porter, VRIO, SWOT I/E Matriks dan QSPM.
Hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat
persaingan industri memiliki tekanan yang tingi dari sisi supplier dan
sedang dari sisi rival serta buyer. Hasil analisa PESTEL menunjukkan sebagian
besar pengaruh pada bisnis yang terkuat pada ASPEK ekonomi dan regulasi dalam
hal keamanan dan keselamatan. Kerangka VRIO memberikan gambaran ASDP memiliki
sumber daya dalam ekosistem yang kuat melalui Aset Pelabuhan dan Teknologi
Ferizy. Melihat adanya kesesuaian strategis proses bisnis yang dilakukan ASDP
serta adanya minat kolaborasi operator swasta, ASDP dapat menerapkan strategi
integrasi melalui agregasi proses bisnis yang menggunakan peningkatan teknologi
Ferizy sebagai landasan serta pengembangan pendekatan integrasi melalui 4 alternatif
strategi.
Transportation connectivity between the islands of Java and Sumatra is separated by the Sunda Strait, making it more efficient to connect via land through two main ports, namely Merak Port and Bakauheni Port. ASDP's position as the manager of the Merak-Bakauheni Ports and also as a ship operator is crucial. Digital transformation is a strategic step for ASDP in maintaining demand proportions across each supply chain. This situation structurally strengthens ASDP's position in competing and capturing opportunities from crossing activities. This research aims to develop strategies for ASDP's business on the Merak-Bakauheni Indonesia Ferry route, including efforts to collaborate with private operators to leverage competitive advantages. The analysis was conducted through qualitative observations via semi-structured interviews and using the PESTEL framework, Porter's Five Forces, VRIO, SWOT I/E Matrix, and QSPM.
The research findings indicate that the industry competition level faces high pressure from suppliers and moderate pressure from competitors and buyers. The PESTEL analysis results show significant influences on the business, strongest in economic aspects and regulations regarding safety and security. The VRIO framework illustrates that ASDP has strong ecosystem resources through Port Assets and Ferizy Technology. Considering the strategic alignment of ASDP's business processes and the interest in collaboration from private operators, ASDP can implement an integration strategy through business process aggregation, using Ferizy technology enhancement as a foundation and developing an integrated approach through four alternative strategies.
Kata Kunci : Evaluasi Strategi, Five Forces Porter, I/E Matrix, PESTEL, QSPM, dan VRIO