Laporkan Masalah

ANALISIS MODEL BISNIS PUPUK BATUBARA

Pandu Jati Kusumo, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., PhD., CFP

2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

    Perubahan iklim semakin tidak terkendali, mulai dari pemanasan global yang disebabkan oleh naiknya suhu panas di bumi, menyebabkan berbagai persoalan iklim yang mengancam keberlangsungan umat manusia di muka bumi. Dampak dari perubahan iklim ini antara lain mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, menyebabkan naiknya permukaan air laut yang dapat menenggelamkan daratan. Kemudian suhu yang tinggi menyebabkan curah hujan berkurang secara drastis, yang menyebabkan kekeringan di lahan pertanian milik petani. Apabila lahan menjadi kering, maka petani tidak dapat panen, dan itu dapat menyebabkan kelaparan di berbagai wilayah. Lebih jauh lagi, dapat meningkatkan harga-harga kebutuhan pokok karena semakin sulit mendapatkannya.

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, maka kemajuan di bidang teknologi juga semakin berkembang. Saat ini, sudah ditemukan formula untuk mendaur ulang limbah batu bara menjadi pupuk yang terbukti secara ilmiah memiliki kandungan unsur hara paling lengkap dibandingkan dengan pupuk yang sudah beredar saat ini. Kandungan unsur hara yang tinggi, menjadikan pupuk dengan bahan baku batubara ini dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menjaga lingkungan tanah tetap subur. Kandungan unsur hara yang begitu lengkap menjadikan pupuk batu bara ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kekeringan di muka bumi.

Penelitian ini bertujuan untuk membantu mengatasi kekeringan yang mengancam akibat adanya perubahan iklim dunia dan juga mengetahui model bisnis apa yang bisa dikembangkan untuk menghasilkan pupuk berkualitas tinggi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan narasumber berdasarkan pertanyaan yang berbasis proporsi nilai. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan kanvas model bisnis.

Climate change is increasingly uncontrollable, starting from global warming caused by the rise in temperatures on earth, resulting in various climate issues that threaten the survival of humanity on earth. The impacts of climate change include the melting ice at the North Pole and South Pole, leading to a rise in sea levels that can submerge land. Then, high temperatures cause a drastic reduction in rainfall, resulting in droughts in farmers' agricultural land. If the land becomes dry, farmers will not be able to harvest, which can lead to famine in various regions. Furthermore, it can increase the prices of basic necessities because they become more difficult to obtain.

As science develops, progress in the field of technology also continues to develop, currently a formula has been found to recycle coal waste into fertilizer which is scientifically proven to have the most complete nutrient content compared to fertilizers currently in circulation. The nutrient content reaches 70 elements, making this fertilizer able to increase soil fertility while also keeping the soil environment fertile. The complete nutrient content makes this coal fertilizer one of the solutions to overcome climate change which can cause drought on the face of the earth.

This research aims to find out what business models can be developed to produce high quality fertilizer. Data collection used the interview method with sources with questions based on value proportions. The interview results were analysed using the business model canvas.

Kata Kunci : limbah batu bara, pupuk batu bara, unsur hara, kanvas model bisnis

  1. S2-2024-485450-abstract.pdf  
  2. S2-2024-485450-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-485450-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-485450-title.pdf