Pengaruh Ukuran, Profitabilitas, dan Manajemen Risiko terhadap Kualitas Laporan Keberlanjutan: Studi Kasus Industri Perbankan Indonesia Tahun 2019-2023
AZZAHRA AULIA HASIBUAN, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.
2024 | Skripsi | AKUNTANSI
oran keberlanjutan telah menjadi bagian penting dalam lanskap pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dengan ditetapkannya mandat POJK Nomor 51/03/2017 yang mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar, termasuk bank dan lembaga keuangan, untuk menyusun laporan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kinerja keuangan dan kualitas laporan keberlanjutan di sektor perbankan Indonesia. Fokus utama penelitian adalah menilai bagaimana indikator kinerja keuangan, yaitu ukuran, profitabilitas, dan manajemen risiko perusahaan, memengaruhi kualitas laporan keberlanjutan dilihat dari relevansi dan keandalannya, pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan data panel dari 17 bank yang menghasilkan 85 laporan keberlanjutan. Metode analisis konten digunakan untuk mengevaluasi kualitas laporan keberlanjutan. Uji-F dan uji-t digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel, sementara statistik deskriptif digunakan untuk memahami karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, diukur dari total asetnya, memiliki pengaruh signifikan dan hubungan positif dengan kualitas pelaporan. Sebaliknya, profitabilitas perusahaan, yang diukur dengan tingkat pengembalian aset (ROA), menunjukkan pengaruh signifikan dan hubungan negatif dengan kualitas laporan. Manajemen risiko, yang diindikasikan oleh total modal inti, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas pelaporan. Selain itu, bank yang memisahkan pelaporan keberlanjutan serta menggunakan standar GRI memilki pengaruh signifikan dan hubungan positif dengan kualitas laporan, sedangkan kepatuhan atas standar OJK tidak memiliki pengaruh signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan di sektor perbankan yang lebih besar berkorelasi dengan kualitas pelaporan yang lebih baik, sedangkan profitabilitas yang lebih tinggi berkorelasi dengan kualitas pelaporan yang lebih rendah, dan manajemen risiko tidak memiliki pengaruh signifikan. Kepatuhan tinggi terhadap pedoman GRI dan pemisahan informasi berkontribusi pada peningkatan kualitas pelaporan, menekankan pentingnya praktik pelaporan yang transparan dan bertanggung jawab. Penelitian di masa depan disarankan untuk mengeksplorasi ukuran sampel yang lebih besar, serta menggunakan metode atau meneliti aspek lain untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Sustainability reporting has become crucial in the corporate sustainability landscape, with Indonesian regulations under POJK Number 51/03/2017 mandating all listed companies, including banks and financial institutions, to produce sustainability reports. This study investigates the relationship between the quality of these sustainability reports and financial performance in the Indonesian banking sector. The primary objective is to assess how the relevance and reliability of sustainability reports are affected by financial performance indicators—namely size, profitability, and risk management—among banks listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2023. Utilizing panel data from 17 banks and 85 sustainability reports, the study employs content analysis to evaluate sustainability report quality and uses F-tests and t-tests to analyze the relationship between variables. Descriptive statistics, including mean and standard deviation, are used to summarize the data. Findings reveal that larger banks, indicated by total assets, have a positive and significant relationship with reporting quality, whereas profitability, measured by Return on Assets (ROA), exhibits a negative and significant relationship. Risk management, indicated by Tier 1 Capital, shows no significant impact on reporting quality. Additionally, banks that separate their sustainability reporting and adhere to OJK and GRI standards demonstrate a significant and positive relationship with report quality. The study concludes that while larger size correlates with better reporting quality, higher profitability is associated with lower quality, and risk management has no significant effect. High adherence to regulatory standards and GRI guidelines enhances reporting quality, underscoring the importance of transparent and responsible reporting practices. Future research should explore larger sample sizes, mixed methods, and other aspects of quality for a more comprehensive understanding of the sustainability performance.
Kata Kunci : Kualitas pelaporan keberlanjutan, kinerja keuangan, sektor perbankan Indonesia, analisis konten, ukuran usaha, profitabilitas, manajemen risiko