Ketidakpatuhan Penerapan Early Warning Score Sebagai Faktor Risiko Memanjangnya Length Of Stay Pasien Di Rumah Sakit
Viky Noviani Hemu, Ema Madyaningrum, S.Kep., Ns. ,M.Kes., Ph.D. dan Dr. Sri Setiyarini S. Kp. ,M.Kes
2024 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang: Early
Warning Score (EWS) diterapkan untuk mengenali perubahan
fisiologis pasien namun kepatuhan penerapan EWS di rumah sakit masih rendah.
Parameter penilaian membantu tim medis memberikan penanganan yang tepat sehingga
berdampak pada penurunan lama rawat pasien. RSUD Dr Soedirman Kebumen telah
menerapkan EWS sejak 2019 namun masih ditemukan length of stay memanjang
sebanyak 641 pasien.
Tujuan: Untuk
menganalisis faktor risiko ketidakpatuhan penerapan EWS, riwayat hospitalisasi,
metode pembayaran dan tingkat keparahan pasien terhadap memanjangnya LOS pasien
di rumah sakit.
Metode: Penelitian menggunakan jenis kuantitatif observasional
analitik dengan desain case control. Pengambilan
datan dilakukan di instalasi rekam medis RSUD Dr. Soedirman Kebumen dalam
periode tahun 2022-2023 dengan total sampel 282, terdiri dari 94 kasus (LOS
>9 hari) dan 188 kontrol (LOS ?9 hari). Penerapan EWS dicatat
menggunakan lembar observasi yang disesuaikan dengan pedoman EWS. Analisis data
menggunakan regresi logistik berganda dengan CI 95%.
Hasil: Faktor risiko
yang secara signifikan berisiko terhadap memanjangnya LOS pasien di rumah sakit
adalah ketidakpatuhan penerapan EWS (OR = 10,31 CI = 5,48-19,41) dan metode
pembayaran (OR = 5,50 CI = 1,57-19,27). Tingkat keparahan pasien sebagai faktor
protektif (OR = <1 xss=removed>
Kesimpulan: Faktor
ketidakpatuhan penerapan EWS dan metode pembayaran berisiko terhadap memanjangnya
LOS pasien di rumah sakit. Tingkat keparahan penyakit sebagai faktor protektif
terhadap memanjangnya LOS pasien. Riwayat hospitalisasi tidak berisiko terhadap
memanjangnya LOS pasien di rumah sakit.
Background: EWS is implemented to
recognize physiological changes in patients but Background: Early Warning Score
(EWS) is applied to recognize physiological changes in patients, but compliance
with EWS implementation in hospitals is still low. The assessment parameters
help the medical team provide appropriate treatment so that it has an impact on
reducing the patient's length of stay. Dr Soedirman Kebumen Regional Hospital
has implemented EWS since 2019 but still found the length of stay to be
prolonged by 641 patients.
Objective: To analyze the risk factors
for non-compliance with EWS implementation, history of hospitalization, payment
method and patient severity on lengthening patient LOS in hospital.
Method: This research uses a
quantitative observational analytic type with a case control design. Data
collection was carried out at the medical records installation at RSUD Dr.
Soedirman Kebumen in the 2022-2023 period with a total sample of 282,
consisting of 94 cases (LOS >9 days) and 188 controls (LOS ?9 days). EWS
implementation is recorded using an observation sheet adapted to the EWS
guidelines. Data analysis used multiple logistic regression with CI 95%.
Results: Risk factors that
significantly increased patient LOS in hospital were non-compliance with EWS
implementation (OR = 10.31 CI = 5.48-19.41) and payment methods (OR = 5.50 CI =
1.57- 19.27). Patient severity as a protective factor (OR = <1 xss=removed>
Conclusion: Factors of non-compliance
with the implementation of EWS and payment methods are at risk of lengthening
patient LOS in the hospital. Disease severity as a protective factor against
lengthening patient LOS. A history of hospitalization does not pose a risk for
lengthening the patient's LOS in the hospital.
Kata Kunci : Early Warning Score; Length of Stay; Rumah Sakit