Laporkan Masalah

Penataan Koridor Jalan Pecinan Suryakencana dengan Konsep Shared Street berbasis Urban Heritage Tourism

INTAN AYU NURKHALISHAH, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kawasan Pecinan Suryakencana merupakan kawasan yang terkenal sebagai pusat kuliner dan perbelanjaan di Kota Bogor. Meskipun kawasan ini di klaim sebagai kawasan pecinan, namun citra kawasan yang terpancar menunjukkan hal yang sebaliknya serta perannya sebagai salah satu pusat destinasi perlahan mulai menurun. Walaupun telah mengalami upaya revitalisasi, kawasan Suryakencana masih menghadapi banyak permasalahan seperti penurunan citra kawasan dan visual yang tidak menunjukkan kekhasan kawasan pecinan, kurangnya lahan parkir, dan kurangnya fasilitas publik. Bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial yang ada juga terbengkalai dan belum mendapat perhatian yang memadai. Hal ini mempengaruhi pada minat pengunjung yang ikut menurun.


Penataan koridor Jalan Suryakencana ini direncanakan menggunakan konsep shared street yang dikolaborasikan dengan pendekatan penataan ruang lain yaitu urban tourism, urban heritage, dan destination branding.  Aspek urban tourism dan urban heritage menjadi pendekatan perencanaan utama untuk membentuk kawasan wisata perkotaan yang mengedepankan preservasi dan konservasi pada bangunan bersejarah yang ada. Pengembangan alternatif rencana dilakukan dengan metode SCAMPER dan pemilihan rencana menggunakan metode performance matrix. Secara umum, perencanaan terdiri dari analisis masalah, pembentukan konsep ideal, pengembangan alternatif yang dilanjutkan dengan pemilihan alternatif rencana, dan diakhiri dengan pembuatan rencana keluaran masterplan dalam gambar dua dimensi dan tiga dimensi.

Chinatown Suryakencana is renowned as a culinary and shopping centres in Bogor city. Despite its designation as a Chinatown area, its perceived image suggests otherwise, and its role as one of destination centre has gradually declined. Despite undergoing revitalization efforts, Suryakencana faces numerous challenges such as deteriorating area image and visuals that fail to reflect the distinctive Chinatown character, inadequate parking space, and a lack of public facilities. Colonial-era buildings in the area also suffer from neglect and insufficient attention, contributing to a decline in visitor interest.

 

The redevelopment of the Suryakencana Street corridor is planned using a shared street concept integrated with urban tourism, urban heritage, and destination branding approaches. Urban tourism and urban heritage aspects serve as the primary planning approaches to establish an urban tourism district that prioritizes the preservation and conservation of existing historical buildings. Alternative plan development is conducted using the SCAMPER method, with plan selection facilitated through a performance matrix. Overall, the planning process comprises problem analysis, formation of an ideal concept, development of alternative plans, selection of the preferred plan, and concludes with the creation of a masterplan output in both two-dimensional and three-dimensional images

Kata Kunci : pecinan, penataan koridor, shared street, urban heritage tourism, Jalan Suryakencana

  1. S1-2024-463207-abstract.pdf  
  2. S1-2024-463207-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-463207-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-463207-title.pdf