Pemaknaan Gosip oleh Warganet sebagai Bentuk Parasocial Relationship melalui Media Sosial: Studi Netnografi pada Akun Instagram @lambe_turah
INDAH RAMADHANI, Kuskridho Ambardi, MA, Ph.D.
2024 | Skripsi | Sosiologi
Transformasi digital telah menciptakan cara baru dalam bertukar informasi dan berinteraksi di masyarakat. Penggunaan media sosial memungkinkan penyebaran informasi gosip menjadi lebih cepat dan mudah. Keberadaan akun gosip Lambe Turah dengan unggahan-unggahan menarik dan kontroversial semakin memperkuat tren tersebut. Warganet yang mengikuti unggahan gosip Lambe Turah mulai terobsesi dan kecanduan untuk terlibat lebih jauh terhadap kehidupan selebritas. Dalam hal ini, warganet merasa menjalin hubungan imajinatif sepihak dengan selebritas atau dikenal sebagai parasocial relationship. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai fungsi gosip dalam fenomena parasocial relationship serta menyoroti peran warganet dalam proses penerimaan dan pemaknaan gosip.
Penelitian berjudul Pemaknaan Gosip oleh Warganet sebagai Bentuk Parasocial Relationship melalui Media Sosial: Studi Netnografi pada Akun Instagram @lambe_turah ini mengadopsi Active Reception Theory sebagai pisau untuk menganalisis fenomena parasocial relationship. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode netnografi untuk mengungkap dinamika interaksi serta respons warganet terhadap unggahan gosip Lambe Turah. Sementara pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi daring, studi literatur, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa warganet menerima gosip secara aktif dalam tiga posisi: (1) Dominant Reading, menerima makna yang disampaikan tanpa distorsi; (2) Negotiated Reading, penerimaan selektif dengan mempertahankan pandangan pribadi yang mungkin lebih kritis; (3) Oppositional Reading, menolak atau menentang makna yang disampaikan. Selain itu, unggahan Lambe Turah mengarah pada esensi parasocial relationship melalui tiga aspek utama: (1) polarisasi opini, warganet terfragmentasi secara ekstrem; (2) penguatan ikatan emosional, warganet merasa dekat dengan selebritas melalui keterlibatan intens di media sosial; (3) Manipulasi naratif, gosip dikemas serta disajikan untuk mempengaruhi persepsi dan emosi warganet.
Sebagai kesimpulan, penelitian ini mengungkap bahwa gosip dapat berfungsi sebagai alat untuk membentuk dan memperkuat parasocial relationship melalui media sosial. Selain itu, warganet juga berperan sebagai agen aktif yang menerima serta memproduksi makna berdasarkan konteks sosial dan kultural pribadi.
Digital transformation has created new ways of exchanging information and interacting within society. Social media usage allows gossip information to spread more quickly and easily. The presence of the gossip account Lambe Turah, with its interesting and controversial posts, further reinforces this trend. Netizens who follow Lambe Turah's gossip posts become obsessed and addicted to getting more involved in celebrities' lives. In this context, netizens feel they are forming a one-sided imaginary relationship with celebrities, known as a parasocial relationship. This research aims to provide insight into the function of gossip in the phenomenon of parasocial relationships and highlight the role of netizens in the process of receiving and interpreting gossip.
The research titled The Meaning-Making of Gossip by Netizens as a Form of Parasocial Relationship through Social Media: A Netnographic Study on Instagram Account @lambe_turah adopts Active Reception Theory as a tool to analyze the phenomenon of parasocial relationships. This research design uses a qualitative approach and netnographic method to uncover the dynamics of interactions and netizens' responses to Lambe Turah's gossip posts. Data collection was conducted through online observation, literature studies, and documentation.
The results show that netizens actively interpret gossip in three positions: (1) Dominant Reading, accepting the conveyed meaning without distortion; (2) Negotiated Reading, selective acceptance while maintaining personal views that may be more critical; (3) Oppositional Reading, rejecting or opposing the conveyed meaning. Additionally, Lambe Turah's posts lead to the essence of parasocial relationships through three main aspects: (1) opinion polarization, where netizens are extremely fragmented; (2) emotional bond strengthening, where netizens feel closer to celebrities through intense engagement on social media; (3) narrative manipulation, where gossip is packaged and presented to influence netizens' perceptions and emotions.
In conclusion, this research reveals that gossip can function as a tool to form and strengthen parasocial relationships through social media. Furthermore, netizens also act as active agents who receive and produce meaning based on their personal social and cultural contexts.
Kata Kunci : Gosip, Warganet, Parasocial Relationship, Media Sosial, Lambe Turah