Prospek pengembangan kawasan Kalibayem pasca bencana banjir untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kabuapaten Bantul
Erda Rindrasih, Drs. Soekadri, M.S.; Drs. Andri Kurniawan, M.Si.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini berjudul "Prospek Pengembangan Kawasan Kalibayem Pasca Bencana Banjir untuk Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Kabupaten Bantul". Penulis memilih judul tersebut setelah terjadinya fenomena spektakuler pada awal tahun 2003 di Kawasan Kalibayem. Pada saat itu terbentuk aliran sungai baru di lahan pertanian yang subur. Penelitian ini bertujuan uniuk (1) mengidentifikasi sumberdaya lokal yang dapat mendukung Kawasan Kalibayem untuk dijadikan obyek wisata dalam skala lokal, (2) mengetahui keterkaitan ruang maupun histories antara lokasi penelitian dengan obyek-obyek wisata di Kabupaten Bantul, (3) mengetahui wujud partisipasi masyarakat setempat yang mungkin dan sesuai untuk dilakukan dalam upaya pengembangan pariwisata, (4) merumuskan arahan pengembangan pariwisata berdasarkan sumberdaya lokal dan aspirasi masyarakat. Data primer diperoleh dengan FGD (Focus Group Discussion) untuk menggali informasi dari masyarakat dan indepth intervew untuk menggali dari investor dan pemerintah daerah. Sementara data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah analisis klasifikasi, analisis peluang pasar wisata, analisis kondisi sosial masyarakat, analisis sumber daya lokal pariwisata, analisis keterkaitan ruang, analisis histories, yang semuanya dipadukan dalam analisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity and Threat). Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai sumberdaya lokal yang menarik untuk menjadi. daya tarik bagi pengembangan pariwisata di Kawasan Kalibayem. Kawasan Kalibayem memiliki atraksi baik alam, buatan maupun budaya. Kawasan penelitian juga mempunyai jumlah infrastruktur dan transportasi yang menunjang pengembangan pariwisata. Sementara fasilitas pelayanan di kawasan Kalibayem belum tersedia dengan cukup, sehingga perIu dikembangkan. Kawasan Kalibayem kaitan secara histories dengan Pesanggrahan Ambarbinangun dan keberadaan kerajaan Ngayogjokarto Hadiningrat. Daerah penelitian dapat dimasukkan dalam paket wisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat sekitar kawasan penelitian merupakan masyarakat yang cukup maju, sehingga dengan terbuka mendukung adanya pengembangan kawasan Kalibayem menjadi obyek wisata. Hasil skoring obyek wisata potensial di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa Kawasan Kalibayem berada pada kelas sedang, akibat kondisi fisik berupa ketersediaan air yang kurang dan belum adanya upaya penataan ruang di Kawasan Kalibayem. Terdapat kebijakan dari pemerintah Kabupaten Bantul untuk mengembangkan sector pariwisata dengan berbasis pada masyarakat. Pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam menangani Kalibayem. Masyarakat sekitar kawasan Kalibayem memberikan respon yang positif terhadap upaya pengembangan kawasan. lnvestor juga berpendapat bahwa Kawasan Kalibayem merupakan kawasan yang potensial dan menguntungkan untuk dikembangkan. Melalui management dan pengelolaan yang baik maka Kawasan Kalibayem dapat dikembangkan menjadi kawasan pariwisata. Kawasan Kalibayem memiliki prospek yang baik pada sisi pengelolaan dan pasar wisatawan, namun membutuhkan perencanaan teknis yang baik untuk mengatur keterserdiaan air
This research which is called "Development Prospect of Kalibayem Area After Flood Disaster for Tourism Development Community Based in Bantul Regency". The writer chooses this theme after the spectacular phenomenon happen at the beginning of 2003. There is a new river in the fertile farm. This research has goals to (1) identify local resources which support Kalibayem area to be tourism object, (2) know the space relation and historical relation between Kalibayem area and the other tourism object in Bantul Regency, (3) know the kind of community participatory which probably do for tourism development, (4) arrange the development destination based on Iocal resources and community. Primary data is founded by Focus Group Discussion and in depth interview to get the information from investor and government. While secondary data is founded from competent instance. The analysis methods are classification analysis, opportunity tourism market analysis, community analysis, local resources analysis, space relation analysis, and historical analysis. All the analysis are compacting on SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity and Threat). The result of research shows that there are some interesting local resources to be attracted for tourism development in Kalibayem area. The local resources are attractions„ transportation, accommodation, facility, and infrastructure. Kalibayem has natural attractions, manmade attractions and culture attractions. There are enough infrastructure and transportation in Kalibayem, but the service facility in the area aren't enough to serve, so that it is needed to increase. Kalibayem area has historical relation with Pesanggrahan Ambarbinangun and Ngayogjokarto Hadiningrat Palace. Kalibayem area can be include in tourism packet in Daerah Istimewa Yogyakarta Province. People around the Kalibayem area are semi modern community, so they support the development of Kalibayem area to be the tourism object. The result of scoring for the potential tourism object in Bantul Regency is shown that Kalibayem is on the medium class, while the influence of the physical condition like as minimum water availability and it's no result space system in Kalibayem area. There are some government policies from Bantul Regency to develop tourism sector based on community development. The regency govemment will handle Kalibayem seriously. People who live around the area give the positive respon for Kalibayem development. The investor said that Kalibayem area is a potential and profitable area to be developed. With good management and good planning, Kalibayem area could be developed to be tourism object. So Kalibayem area has got some good prospects in management side with Tripatit models collaboration, but it needs good technical planning to put in order the water
Kata Kunci : Prospek, Pengembangan Pariwisata, Berbasis Masyarakat,Kasihan,Bantul,DIY,Prospect, Torism Development, Community Base