Efektivitas Penyediaan Rumah Khusus Dan Keberlanjutannya Dalam Pemenuhan Kebutuhan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Di Kota Magelang
Fadia Pratista Adiratna Dewi, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.
2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Kota Magelang
memiliki 2 rumah khusus yaitu Rumah Khusus Wates yang memiliki 50 unit dan
Rumah Khusus Kedungsari yang memiliki 25 unit dikelola oleh UPTD Rumah
Khusus/Susun Potrobangsan yang pada awalnya peruntukannya buruh gendong dan
asongan yang direlokasi dari Kampung Candi Nambangan karena masyarakat tersebut
menempati tanah bengkok milik Pemerintah Kota Magelang yang daerah tersebut
merupakan daerah rawan bencana karena berada di lokasi dengan tanah yang
miring. Seiring berjalannya waktu dikarenakan para buruh gendong dan asongan
tidak ingin pindah dari lokasi tersebut dikarenakan harus membayar uang sewa
serta tidak dapat memiliki surat kepemilikan rumah tersebut, membuat peruntukan
Rumah Khusus di Kota Magelang berganti dengan target sasaran MBR yang sudah
berkeluarga namun belum memiliki rumah yang tinggal di Kota Magelang. Dalam
proses perjalanan pembangunan rumah khusus selama tujuh tahun ini, Kementerian
PUPR memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Magelang sebagai pengelola
rumah khusus terbaik tahun 2023. Atas prestasi pengelolaan rumah khusus terbaik
tersebut, Pemerintah Kota Magelang mendapatkan hadiah senilai
Rp5.000.000.000,00 yang akan dialokasikan ke APBD dengan proses pembangunan
rumah khusus sebanyak 20 unit selama 3 bulan, diresmikan pada Januari 2024, dan
mulai dihuni April 2024.
Penelitian ini
bertujuan untuk mengukur efektivitas penyediaan rumah khusus dan
keberlanjutannya terhadap kepuasan masyarakat berpenghasilan rendah di Kota
Magelang dan faktor yang mendorong capaian efektivitas terhadap pengelolaan
rumah khusus di Kota Magelang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deduktif
kualitatif kuantitatif. Dalam mengumpulkan data dilakukan dengan observasi;
wawancara secara indepth kepada UPTD Potrobangsan dan penghuni rumah khusus
yang didukung dengan kuesioner sebagai pendukung data kualitatif yang
dianalisis menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa secara garis besar penyediaan rumah khusus sudah berjalan
efektif bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Magelang namun pada
beberapa sub variabel/kriteria masih ada yang belum optimal pencapaiannya.
Hasil efektif pada variabel target penyediaan dan kondisi sosial ekonomi
penghuni. Namun, pada variabel penghunian rumah khusus ini masuk ke dalam
kategori cukup efektif. Adapun faktor pendorong efektivitas penyediaan rumah
khusus meliputi harga sewa murah; lokasi; pengelolaan; serta kecukupan unit
hunian rumah khusus. Faktor temuan lainnya yang menjadi faktor penghambat yaitu
faktor perilaku penghuni rumah khusus. Perilaku penghuni yang taat pada aturan
yang telah ditetapkan dapat membawa dampak pada kebersihan lingkungan;
konstruksi bangunan; kenyamanan; serta interaksi sosial yang terjalin kompak
dari paguyuban yang terbentuk.
The city of
Magelang has two unique houses, namely Wates Special House with 50 units and
Kedungsari Special House with 25 units managed by the UPTD Special House/Susun
Potrobangsan, which initially targeted porters and street vendors relocated
from Candinambangan Village because these people occupied government<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]-->owned land in the city of
Magelang, an area prone to disasters due to its location on sloping land. Over
time, because the porters and street vendors did not want to move from that
location as they had to pay rent and could not own the house, the allocation of
Special Houses in the city of Magelang changed to target MBR (low-income
families) who were already married but did not have a home in Magelang. During
seven years of building these unique houses, the Ministry of Public Works and
Public Housing (PUPR) appreciated the City Government of Magelang as the best
exceptional house manager in 2023. For this achievement, the Magelang City
Government received a prize worth Rp5,000,000,000, allocated to the Regional
Budget to construct 20 special house units over three months, inaugurated in
January 2024 and inhabited starting April 2024.
This research aims
to explain the effectiveness of providing unique houses and their
sustainability towards the satisfaction of low-income communities in Magelang
City and the factors driving the effectiveness of exceptional house management
in Magelang City. This research was conducted using deductive
qualitative-quantitative methods. Data was collected through observation and
in-depth interviews with UPTD Potrobangsan and residents of unique houses,
supported by questionnaires as qualitative data support analyzed using
descriptive analysis.
The results of this
study show that overall, the provision of unique houses has been adequate for
low-income communities in Magelang City. However, some sub<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]-->variables/criteria must still
be achieved to achieve optimal results. Practical results are seen in the
target provision and socio economic condition variabels. However, the occupancy
variable of unique houses falls into the category of reasonably practical. The
driving factors for the effectiveness of providing unique houses include
affordable rent prices, location, management, and an adequate number of special
house units. Another finding factor that is an inhibiting factor is the
behavioral factor of special house residents. The behavior of residents who
obey the rules that have been set can have an impact on environmental
cleanliness; building construction; comfort; as well as the social interactions that exist in a unified way from the communities that are
formed.
Kata Kunci : Efektivitas, Kota Magelang, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Rumah Khusus Wates, Rumah Khusus Kedungsari