Strategi dan Proses Transisi PNS Muda dalam Menapaki Dunia Kerja: Studi Kasus di Kabupaten Purworejo
Firda Alpiyanti, Oki Rahadianto Sutopo, Ph.D
2024 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian ini mengkaji strategi dan proses transisi yang dialami oleh pegawai negeri sipil
(PNS) muda dalam memasuki dunia kerja di Kabupaten Purworejo dengan menggunakan
pendekatan kualitatif studi kasus, yang menyoroti dinamika adaptasi dan tantangan yang
dihadapi mereka dalam konteks sosial dan struktural yang berbeda. Data diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan empat informan yang berasal dari latar belakang pendidikan
yang berbeda, baik dari perguruan tinggi kedinasan maupun non-kedinasan, untuk
mengidentifikasi perbedaan dalam proses transisi dan strategi yang digunakan dalam
mengatasi hambatan di tempat kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus primer
dan sekunder, serta modal sosial dan budaya, memainkan peran penting dalam menentukan
keberhasilan transisi menuju dunia kerja, di mana dukungan keluarga dan jaringan sosial
memfasilitasi adaptasi yang lebih mudah bagi PNS muda yang berasal dari perguruan tinggi
kedinasan dibandingkan dengan mereka yang tidak. Selain itu, penelitian ini juga
menemukan bahwa pilihan karier yang dibuat oleh PNS muda sering kali dipengaruhi oleh
persepsi keamanan dan stabilitas pekerjaan yang ditawarkan oleh sektor pemerintahan, yang
mendorong mereka untuk mengikuti jalur pendidikan yang memberikan kepastian kerja.
Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai bagaimana berbagai faktor sosial dan
budaya berinteraksi dalam membentuk keputusan karier pemuda dan adaptasi mereka
terhadap lingkungan kerja baru, serta menekankan pentingnya dukungan keluarga dan
kapasitas refleksif dalam keberhasilan transisi ini.
This study examines the transition strategies and processes experienced by young civil
servants (PNS) as they enter the workforce in Purworejo Regency, using a qualitative case
study approach that highlights the dynamics of adaptation and the challenges they face in
different social and structural contexts. Data were collected through in-depth interviews with
four informants from different educational backgrounds, from both formal and informal
universities, to identify differences in the transition process and strategies used to overcome
barriers in the workplace. The results show that primary and secondary habitus, as well as
social and cultural capital, play an important role in determining the success of the transition
to the workplace, with family support and social networks facilitating the adaptation of
young civil servants who come from official universities compared to those who do not. In
addition, the study found that the career choices of young civil servants are often influenced
by the perceived job security and stability offered by the public sector, which encourages
them to follow an educational path that provides job security. These findings provide
important insights into how different social and cultural factors interact in shaping young
people's career choices and adaptation to new work environments, and underscore the
importance of family support and reflexive skills in making this transition successful.
Kata Kunci : Transisi Dunia Kerja, Habitus Primer, Habitus Sekunder, Modal Sosial, Adaptasi Kerja, Dukungan Keluarga