Laporkan Masalah

ANALISIS MALE GAZE DAN SUBALTERNITAS DALAM CERITA "KETJELIK" KARYA ANY ASMARA

Elvinda Farhaniyatus Saffana, Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum.

2024 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA


Cerita pendek (cerita cekak) adalah sebuah jenis prosa (gancaran) yang populer di kesusasteraan Jawa modern. Dalam penelitian ini, cerita pendek yang akan dibahas berjudul “Ketjelik” karya Any Asmara yang termasuk dalam antologi cerita pendek “Panglipur Wuyung”. Antologi cerita pendek tersebut diterbitkan oleh P.T “DJAKER” di Yogyakarta pada tahun 1963. Kondisi sosial politik di Indonesia yang carut marut pada tahun cerita diterbitkan, membuat jenis cerita panglipur wuyung menjadi populer. Any Asmara adalah salah satu pengarang besar yang turut melanggengkan jenis cerita tersebut lewat karya-karyanya. 

Cerita pendek ini diawali dengan deskripsi tubuh perempuan yang digambarkan secara rinci oleh pengarang laki-laki, lewat bayangan tokoh utama laki-laki. Dalam deskripsi tubuh tersebut, pengarang menyebutkan ayune (kecantikannya), dedege (perawakannya), awake (badannya), alise (alisnya), dan lain-lain. Dalam penelitian ini akan dianalisis konstruksi perempuan dalam cerita untuk kemudian diketahui alasan pendeskripsian tersebut. Teori male gaze dari Laura Mulvey digunakan untuk menganalisis deskripsi tubuh perempuan dalam cerita. Selain itu, untuk menganalisis posisi perempuan dalam cerita akan digunakan teori subaltern dari Gayatri Spivak. 

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa konstruksi perempuan Jawa adalah perempuan yang halus dan penurut. Konstruksi ini turut dipengaruhi oleh kolonialisme dan gambaran perempuan dalam karya sastra Jawa baik kuno maupun modern. Deskripsi perempuan yang terdapat dalam “Ketjelik” karya Any Asmara dipengaruhi oleh male gaze atau pandangan laki-laki. Posisi perempuan dalam cerita pendek ini adalah subaltern oleh sebab ketiadaannya subjektivitas perempuan dalam narasi tentang dirinya sendiri. 


Crita cekak (short story) is a genre of prose that is popular in Javanese modern literature. In this research, the short story “Ketjelik” by Any Asmara will be discussed. The short story is included in the anthology “Panglipur Wuyung”. That anthology is published by P.T. “JAKER” in Yogyakarta in 1963. The chaos of social-politic condition in Indonesia at that time, makes the genre panglipur wuyung popular. Any Asmara is one of the great writers who contributed to preserve this genre by his literary works. 


This short story begins by depictions of woman’s body with rigid details by men writer. These depictions are shown by the male character’s imagination. In the depictions, the writer mentioned ajune (her beauty), dedege (her figure), awake (her body), alise (her eyebrow), et cetera. This research aims to analyze how society constructs these depictions of women and the underlying reasons for such portrayals.. Male gaze theory by Laura Mulvey will be used in this research to analyze women depictions in the story. Also, subaltern theory by Gayatri Spivak will be used to analyze the positioning of women within the narrative.



The research reveals that the social construction of Javanese women emphasizes traits such as softness and obedience.. These constructions are influenced by colonialism and are reflected in both traditional and modern Javanese literary works. The depictions of women in “Ketjelik” by Any Asmara are shaped by the male gaze. The position of women in this short story is subaltern because they lack subjectivity and agency in the narrative. 

Kata Kunci : perempuan Jawa, Any Asmara, male gaze, subaltern, panglipur wuyung

  1. S1-2024-428468-abstract.pdf  
  2. S1-2024-428468-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-428468-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-428468-title.pdf