Upaya Pemenuhan Kapabilitas Anak Marginal Melalui Peran Pendidikan Sekolah Master Indonesia (SMI) da Sanggar Anak Akar (SAA)
AZAHRAH SILVIANTI, Pinurba Parama Pratiyudha, S.Sos., M.A.
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Pendidikan anak marginal merupakan tantangan signifikan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan pembangunan sosial. Anak marginal seringkali menghadapi berbagai hambatan dalam akses pendidikan. Skripsi ini membahas mengenai pendidikan bagi anak marginal melalui Sekolah Master Indonesia (SMI) dan Sanggar Anak Akar (SAA) yang digagas oleh kelompok masyarakat. Inisiatif ini membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang terpinggirkan. Peran masyarakat menjadi hal yang menarik ketika dikaitkan dengan pendekatan kapabilitas Amartya Sen. Konteks pendidikan anak marginal dilihat melalui pendekatan kapabilitas menekankan pentingnya memberikan akses yang adil dan merata terhadap semua kelompok masyarakat melalui berbagai bentuk pendidikan, baik formal maupun nonformal. Melalui pendidikan yang disediakan SMI dan SAA, anak marginal dapat memperoleh pendidikan yang holistik dan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data utamanya. Informan terdiri dari beberapa kategori, yakni pendiri lembaga, pengurus, pengajar, dan anak. Peneliti menggunakan menggunakan Comparative Thematic Analysis sebagai alat untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pelaksanaan pendidikan yang diselenggarakan oleh SMI dan SAA dalam pengembangan kapabilitas anak-anak marginal. Perbedaan tersebut terkait dengan aspek latar belakang, operasional kegiatan dan SDM (pengajar dan anak), sistem pembelajaran, dan kebermanfaatan. Setelah di komparasikan, kemudian dianalisis dengan pendekatan kapabilitas yang mencakup beberapa hal pembahasan. Pertama, pendidikan menjadi suatu sarana yang memberikan kebebasan dan peluang untuk anak marginal mencapai apa yang mereka anggap bernilai. Kedua, anak marginal dilihat sebagai individu yang mampu membuat keputusan atas pilihan hidupnya. Ketiga, tersedianya pendidikan memiliki dampak baik pada pengembangan kapabilitas kehidupan anak marginal. SMI dan SAA tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan anak marginal, tetapi keberadaannya memperluas kemungkinan anak marginal memiliki kebebasan untuk memilih kehidupannya melalui pendidikan yang disediakan. Mereka mempunyai kesempatan nyata untuk belajar, berkembang, dan menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh untuk mencapai kehidupan yang bermakna.
Education for marginalized children is a challenge in achieving educational equity and social development. This thesis discusses education for marginalized children through Sekolah Master Indonesia (SMI) and Sanggar Anak Akar (SAA), initiatives created by community groups. These initiatives provide educational opportunities for marginalized children. The role of the community is particularly interesting when linked to Amartya Sen's capability approach. The context of education for marginalized children viewed through the capability approach emphasizes the importance of providing fair and equal access to all social groups through various forms of education, both formal and nonformal. Through the education provided by SMI and SAA, marginalized children can receive holistic and inclusive education. This research uses a qualitative method with in-depth interviews as the primary data collection technique. Informants consist of several categories, including institution founders, administrators, teachers, and children. The researcher uses Comparative Thematic Analysis as a tool for data analysis. The results show differences in the implementation of education by SMI and SAA in the development of capabilities for marginalized children. These differences relate to aspects of background, operational activities and human resources (teachers and children), learning systems, and benefits. After comparison, the data is analyzed using the capability approach, which includes several discussions. First, education becomes a means of providing freedom and opportunities for marginalized children to achieve what they value. Second, marginalized children are seen as individuals capable of making decisions about their life choices. Third, the availability of education positively impacts the capability development of marginalized children's lives. SMI and SAA cannot fully meet the needs of marginalized children, but their presence expands the possibilities for these children to have the freedom to choose their own lives through the education provided. They have real opportunities to learn, grow, and use the knowledge and skills they acquire to achieve a meaningful life.
Kata Kunci : anak marginal, pendidikan, kapabilitas