Laporkan Masalah

Perspektif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada terhadap Kelanjutan Adopsi Teknologi Pendidikan dalam Blended Learning Pasca Pandemi COVID-19

Elvina Danella Rosa, Wahyu Kustiningsih, S.Sos., M.A.

2024 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kelanjutan adopsi teknologi pendidikan dalam konteks blended learning pasca pandemi dari perspektif mahasiswa. Untuk mengetahui hal tersebut, penelitian ini menggali tantangan dan praktik yang berhasil dalam pembelajaran jarak jauh, serta bagaimana mahasiswa memandang teknologi pendidikan yang diadopsi selama pandemi dapat terus diterapkan dalam blended learning pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis temuan dilakukan dengan menggunakan konsep "cultural lag" dari teori perubahan sosial William F. Ogburn, yang membantu untuk memahami ketidaksesuaian antara kemajuan teknologi pendidikan dan keterlambatan dalam adaptasi keterampilan teknis serta pedagogis yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pembelajaran jarak jauh, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan digital, kurangnya kualitas pengajaran, keterbatasan interaksi sosial, dan penundaan praktikum fisik. Terlepas dari tantangan ini, baik pengajar maupun mahasiswa melakukan serangkaian strategi dan inovasi untuk menyesuaikan diri. Pengajar mengadopsi strategi inovatif seperti gamifikasi, project-based learning, dan flipped learning untuk meningkatkan interaktivitas dan keterlibatan mahasiswa. Mahasiswa melakukan adaptasi dengan memanfaatkan platform digital untuk memfasilitasi pembelajaran mandiri dan melakukan kolaborasi. Mereka menunjukkan minat yang tinggi untuk terus mengintegrasikan teknologi pendidikan yang positif dan mendukung implementasi blended learning dalam pembelajaran pasca pandemi. Namun, kelanjutan adopsi teknologi blended learning pasca pandemi masih menghadapi tantangan di tingkat institusi dan dosen. Kurikulum pendidikan kampus belum sepenuhnya mengintegrasikan pembelajaran daring sebagai bagian integral dari kurikulum, dan kurangnya komitmen dosen terhadap pedagogi digital yang berkelanjutan juga menjadi kendala. Selain itu, ditemukan variasi dalam pemanfaatan teknologi blended learning di kalangan dosen, dengan sebagian besar masih berada pada tahap dasar dalam menggunakan teknologi ini. Temuan tersebut menunjukkan bahwa saat ini, UGM masih berada pada tahap Blended Learning 1.0, dan untuk mewujudkan Blended Learning 2.0, diperlukan upaya berkelanjutan dalam integrasi kurikulum serta peningkatan keterampilan teknis dan pedagogis. 


This study aims to explore the continuation of educational technology adoption in the context of post-pandemic blended learning from the students' perspective. To achieve this, the study investigates the challenges and successful practices in distance learning, as well as how students perceive the educational technology adopted during the pandemic can be continuously implemented in post-pandemic blended learning. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach. The analysis of the findings is conducted using the concept of "cultural lag" from William F. Ogburn's theory of social change, which helps to understand the disparity between advancements in educational technology and the lag in adapting the necessary technical and pedagogical skills to effectively utilize the technology.

The findings reveal that during distance learning, students faced various challenges such as digital divides, poor quality of teaching, limited social interactions, and delays in physical practicums. Despite these challenges, both instructors and students employed various strategies and innovations to adapt. Instructors adopted innovative strategies such as gamification, project-based learning, and flipped learning to enhance student interaction and engagement. Students adapted by leveraging digital platforms to facilitate self-learning and collaboration. They showed a strong interest in continuously integrating positive educational technologies and supporting the implementation of blended learning in post-pandemic education. However, the continuation of blended learning technology adoption post-pandemic still faces challenges at the institutional and faculty levels. The university curriculum has not fully integrated online learning as an integral part of the curriculum, and a lack of commitment from instructors to sustainable digital pedagogy also poses a barrier. Additionally, there is inconsistency in the utilization of blended learning technology among instructors, with the majority still at a basic level of technology use. These findings indicate that UGM is currently at the stage of Blended Learning 1.0 and achieving Blended Learning 2.0 requires continuous efforts in curriculum integration as well as enhancement of technical and pedagogical skills.


Kata Kunci : Blended learning, pasca Pandemi COVID-19, teknologi pendidikan, kelanjutan, mahasiswa.

  1. S1-2024-424741-abstract.pdf  
  2. S1-2024-424741-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-424741-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-424741-title.pdf